Denpasar – Dili Touring 2011

Denpasar – Dili Touring 2011
Perjalanan Lain Yang Tertunda
 
“Pas lagi bongkar-bongkar file lama gak sengaja nemu catatan perjalanan tahun 2011 Denpasar-Dilli, Timor Leste. Daripada disimpan sendiri mending di share aja di sini”
 
 
Salah satu angan-angan sejak pindah di Bali dalah touring ke Dilli, Timor Lester. Dari cerita beberapa rider yang pernah ke Dilli ternyata pemandangannya sangat luar biasa selama perjalanan. Selain itu yang paling ingin dikunjungi adalah patung YESUS di teluk Dili.
 Image
 
 Setelah melakukan persiapan yang matang , termasuk pengecekan jadwal penyeberangan, rute, contact person selama perjalanan akhirnya diputuskan untuk memulai touring adalah tanggal 11 Juni 2011.
 
 Day 1 – 11 June 2011
Touring kali cukup dilematis krn baby sitter besok harus pulang ke Jawa, karena ada yg urusan yang urgent di kampungnya. Jadi sebelum berangkat sempat bertanya lagi ke istri apakah msh boleh dilanjut touring-nya atau batal akhirnya ijin berangkat keluar juga. Memang benar kata pepatah “Istri yang baik adalah istri yang mengijinkan suami touring”.
Start 23.45 dari rumah di Denpasar setelah mengisi pertamax terlebih dulu. Angka speedometer menunjukan km 186111.Berangkat dilepas istri tercinta yang sedang hamil, sementara Putri dah tidur karena kecapekan.
 
Jalanan sepi karena Denpasar baru habis diguyur hujan, berangin dan dingin dimana bisa dikatakan hanya sendirian saja di jalanan dari Denpasar samapai Padang Bai..
Tiba di Padang Bai juga sepi, biasanya polisi memeriksa kendaraan yang mau menyeberang tapi kali ini tidak terlihat seorang polisi pun dan jam saat itu menunjukan pukul 00.45. saat masuk ke pelabuhan.
 
Si KT naik ferry jam 01.25, langsung nyewa kasur untuk lempengin badan, uenak tenan… Perjalanan awalnya mulus tapi kemudian cuaca tidak bersahabat sama sekali. Perjalanan penyeberangan dihadang ombak besar, beberapa kali bikin kapal bergetar hebat.Yang diingat pertama kali saat itu adalah dimana posisi pelampung penyelamat sehingga jika terjadi kondisi buruk bisa segera mengambil pelampung penyelamat. Saat tidurpun beberapa kali ferry bergoyang dengan hebat akibat hantaman ombak besar, mau gak mau harus memeriksa kondisi si KT kuatir si KT jatuh dari posisinya. Yang jelas malam itu si KT mandi air laut. Setelah acara dihajar ombak semalaman akhirnya ferry mendekati pelabuhan Lembar dengan pemandangan pagi yang ruuuarr biasa.
 
 Image
 Jam 07.00 ferry sandar di pelabuhan Lembar langsung nyari makan di warung pinggir pinggir jalan sekalian ngisi pertamax buat si KT.
Perjalanan Lembar – pelabuhan Kayangan berjalan lancar, beberapa kali bisa top speed, puas rasanyan karena jalanan yang relatif masih sepi.
Tiba di Kayangan jam 09.45 lgs naik ferry menuju pelabuhan Pototano. Lama perjalanan sekitar 2 jam dengan kondisi laut yang bersahabat dan panas terik. Pas jam 12.00 ferry sandar di pelabuhan Pototano.
 
 Image
Dari Pototano jam 12.00 si KT langsung dipacu menuju ke Sumbawa Besar. Jalanannya bagus hanya di beberapa beberapa titik yg sedang di aspal ulang. Tiba di Sumbawa besar sekitar jam 15.00 langsung mencari hotel untuk istirahat. Sebelum tidur sempat mengisi premium buat si KT biar besok bisa langsung jalan di pagi hari.Sekedar tambahan di Sumbawa belum tersedia pertamax.
 
 Image
 
Day 2 – 12 June 2011
Jarak kota Sumbawa ke Bima sekitar 288 km. Pengalaman perjalanan  sebelumnya poros Sumbawa – Bima rusak dan masih dalam perbaikan. Pagi ini start jam 07.45 yang diawali dengan jalan yang mulus tapi setelah beberapa saat kemudian si KT mulai berlenggak-lenggok di jalanan keriting, aspal yg terkelupas, lubang dsb. Setelah kurang lebih 90 km perjalanan diputuskan untuk istirahat sarapan di Teluk Santong dengan menu ikan bakar di pinggir pantai . Hutan bakaunya  masih alami di atas air, seru juga.
 Image
 Check point berikut adalah di warung stiker jam 12.00. Warung ini sangat terkenal di kalangan pe-tourer arah Bima karena wajib disinggahi. Kenapa? Di sana kita bisa menemukan papan dimana stiker klub motor dari seluruh Indonesia ada di situ. Mulai dari stiker yang sudah bulukan sampai stiker yang masih kinyis-kinyis. Sayangnya stiker CBRClub Bali yang ditempel desember tahun 2011 (touring gak sengaja ke Bima dengan Andi Genzo) tidak ada lagi. Sepertinya dilepas untuk dijadikan koleksi tuh. Setelah istirahat sebentar kemudian perjalanan menuju Bima dilanjutkan.
 Image
 Di sebuah titik di tengah hutan sebelum Dompu ada longsoran yang membuat perjalanan terhambat. Buldozer sedang mengeruk longsoran dan banyak kendaraan yang tertahan. Saat itulah istri tealpon bahwa Putri sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Betul-betul dilematis karena posisi di tengah perjalanan. Kalau mau balik ke Sumbawa  prediksi sampai malam, ke Bima juga bisa sampai sore karena masih macet. AKhirnya diputuskan untuk terus dan besok pagi akan terbang dari Bima ke Denpasar.
 
Masuk kota Bima jam 15.40 dan secara tidak sengaja ketemu Angga anggota Aspal Lombok. Kami kenal waktu tuouring akhir tahun lalu di Lombok. Sambil menunggu Ucen Vario Bima Club (dianya sih pake Minerva 150R), sahabat lama di Bima disempatin dulu foto-foto dulu di tepi pantai. Angka di odometer menunjukan 191197 km yang artinya panjang aspal Denpasar –  Bima 508 km.
 Image
 Sebelum memutuskan istirahat di rumah bang Opick (salah satu punggawa Vario Club Bima) sempat jalan-jalan ke istana Raja Bima sekalian menikmati sunset dilanjutkan dengan kopdar bersama anak Jupiter Bima.
 Image
 Image
 
Day 3 – 13 June 2011
Jam 06.00 langsung diantar Ucen ke Sape buat menyeberang ke Labuan Bajo di pulau Flores, NTT. Setelah sarapan, ferry lepas tali jam 09.10 dengan cuaca yang bersahabat.
 Image
 Tidak lama kemudian setelah keluar dari teluk kapal mulai dogoyang ombak lagi sehingga si KT mandi air laut. Asinn….Sempat merasa mual juga tapi masih aman.
Di tengah perjalanan sinyal telpon sempat hilang, maklum tengah laut. Kondisi terakhir Putri sudah baikan sehingga perasaan lebih mantap buat melanjutkan perjalanan. Cuaca bersahabt sepanjang perjalanan sehingga bisa menikmati pemandangan pulau-pulau kecil antara Sape-Labuan Bajo.
Akhirnya ferry merapat di Labuan Bajo sekitar jam 16.20 dijemput sama calon si Ucen yang berdinas di Polres Labuan Bajo (selamat menempuh hidup baru, bro and sist). Hotel sudah di-booking jadi tinggal masuk bayar n gedubraakkk di tempat tidur karena badan pegal n capek bukan krn riding position tp karena posisi tidur di ferry waktu menyeberang yg tidak pas.
 “…welcome to Labuan Bajo”Image
 Image
 
 
 
…to be continue…
Categories: Touring | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Denpasar – Dili Touring 2011

  1. wahyu ccb #23

    salut dengan pakde…kapan2 ajak doong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: