Touring Denpasar – Medan 2012 – (1)

Sehubungan sekeluarga harus pindah karena pekerjaan istri ke Medan, maka semua barang kecuali si KT diberangkatkan ke Medan pada kloter pertama. Rencananya si KT akan diajak touring dari Denpasar sampai Medan.
Akhirnya touring ini bisa terlaksana. Berikut catatan perjalanannya :
Gaya dulu sebelum start etape 1 : Denpasar – Jakarta
HARI ke-1 : 4 Juli 2012

Start pagi dari rumah Sekret a.k.a rumah Wanto jam 06.40 setelah sarapan kecil-kecilan. Tidak lupa memberi ucapan selamat buat Yanti yg pas berulang tahun hari ini. Ealaaa….. ternyata nih, sang suami tidak ingat kalau hari ini istrinya ulang tahun, hahahaha….
Keberangkatan diantar oleh Jesse smp ke Ubung, kami sarapan dulu di warung naspad, setelah Jesse pulang dan kami memulai perjalanan kami.
Denpasar sampai ke perbatasan speed rata2 80kmh, setelah itu baru Wanto beraksi sebagai raja jalanan.
Sempat ngisi pertamax si KT di pom depan pemkab Badung, fuel tank rp 75.000,-. Murah betul karena di Medan dah Rp 10.000,-.
Raja jalanan khas Wanto beraksi sampai memasuki Gilimanuk yang saat itu lagi panjang antrian kendaraan karena ferry baru mulai nyebrang lagi.
Di penteberang memang kondisi laut berombak sehingga kami harus ngecek kondisi si KT n si Kuning karena kuatir jatuh. Wanto juga sempat ditegur sopir pas parkir di depan mobilnya dan disuruh pasang “standar tengah”, hahahahaeeee….
Di Banyuwangi antrian kendaraan juga sama, sehingga kami harus berjalan perlahan-lahan, baru sampai di perbatasan Banyuwangi Situbondo baru bisa full speed lagi non stop sampai makan siang di Paiton.
Makan siang dengan menu ikan dan udang goreng sekalian istirahat satu jam, lumayan. Saking besarnya ikan yg dipesan sampai kekenyangan n ngantuk setelah makan.
Perjalanan dilanjutkan kembali setelah ngisi pertamax di Probolinggo laju lancar.
Terhadang macet n merayap pas masuk Surabaya, menghabiskan 1.5 jam hanya buat masuk nglewati Surabaya dari Sidoarjo sampai keluar lagi di Kalianak arah Gresik.

Surabaya – Ibukota Republik Bonek

Gresik sampai Babat full speed non stop, sayangnya si KT bawa karung beras jadi gak bisa ngejar si Kuning.
Pas sampai di Babat kaget liat lampu belakang si Kuning, sepertinya pakai HID buat lampu belakangnya. Ternyata cover lampu rem nya yang copot.
Kami beristirahat di hotel di kota Bojonegoro untuk siap2 melanjutkan perjalanan kami besok.

Hari ke-2 : 5 Juli 2012

Perjalanan hari ini dibuka dgn sarapan telor rebus tok ! Kopi n roti gak disentuh sama sekali krn kata Wanto gak uenak tenan. Diputuskan untuk sarapan di Tuban.Setelah rantai diminyaki, engine start n kami memulai perjalanan hari ini.

 Jembatan sungai Bengawan Solo

Sampai di Tuban mulai noleh kiri kanan, tp gmn mau dpt warung kalau jalannya full speed terus.
Sampai keluar Tuban pun belum ktm warung. Pas berhenti di satu warung Wanto gak setuju krn menunya ikan laut. Aku sih mau aja, wong enak. Setelah berdebat kecil akhirnya Wanto yg akan milih warungnya. Putar balik akhirnya karena ada warung yang kelewatan dan ternyata…… Warung istirahatnya sopir truk antar kota. Gedubraaakkkk …..!!!!
Jalur Tuban – Semarang gas pool terus kecuali jalur Pati-Juwana yang macet mengular panjang karena ada perbaikan jalan. Tanpa istirahat sama sekali si KT dan si Kuning dipaksa terus.
Makan siang di Semarang, tempatnya pasti bukan pilihan si Kuning, hehehehe….. Nanya2 ke penjual brp lama waktu tempuh ke Cirebon, mereka gak tau. Bikin pesimis gak bs sampai Cirebon on time, karena pantang buat riding malam.
Perjalanan dilanjutkan setelah makan dan istirahat sebentar. Untuk keluar dari Semarang butuh waktu lama karena macet. Setelah itu full speed lagi, si Kuning tampil ugal-ugalan dan si KT gak bs jabanin, maklum yg nyetir setara karung beras bobotnya. Top speed si KT 140kmh, si Kuning 180kmh, ketinggalan jauh sekalee….

Semarang kaline banjir

Sekali waktu si KT ketinggalan pas turunan Alas Roban. Baru ketemu sama si Kuning di Batang, yang mana Wanto nunggu dipinggir jalan sambil merokok, dah tinggal setengah kurang. ketinggalan jauh kan…?
Habis itu sampai Cirebon tanpa kendala sama sekali, karena top speed mulu, kami masuk Cirebon jam 5 sore. Sempat mengukur kecepatan si KT di speedometer dibandingkan dangan gps Racelogic
Hasilnya (speedomtr / Racelogic) :
80 kmh / 65 kmh
100 kmh / 85 kmh
120 kmh / 105 kmh
Ada selisih 15kmh.

Welcome to Pasundan

Besok akan dicoba manggunakan gps yang lain untuk mencari kebenaran.
Kembali ke perjalanan lagi. Karena kami berdua ini sok tau akhirnya nyari hotel gak dapat. Setelah nanya 2 kali baru deh ketemu hotel melati yg cukup nyaman buat tidur. Jangam tanya ttg fasilitasnya ya.
Habis mandi trus keluar nyari makan, atas vimbingan, arahan dan petunjuk bro Leo di ibukota akhirnya kami makan malam denfan makanan khas Cirebon, nasi jamblang. Kok tau ya bro Leo ini. Apa dulu beliau buka warung nasi juga?

Nasi khas Cirebon : Nasi Jamblang


Setelah makan, pulang lg ke hotel buat tidur, tapi becaknya kami minta keliling kota dulu. Lumayan juga bisa liat2 Cirebon di malam hari.
Udah ah, mau tidur dulu. Besok mau jalan lagi ke Jakarta.

…..to be continued …..

Categories: Touring | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Touring Denpasar – Medan 2012 – (1)

  1. tiger95

    mampir surabaya langsung bablas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: