Touring Denpasar – Medan 2012 – (2)

Day 3 : 6 Juli 2012

Perjalanan Cirebon-Jakarta dimulai dengan makan nasi jamblang mang Dul lagi, abis enak sih n kapan lg bisa ke Cirebon. Setelah itu gas pooolll, maklum kondisi trek ( kayak sirkuit aja) yang sangat mendukung. Lurus, aspal mulus, dan jalanan sepi. Hajar bleh !!! Rpm di red line terus. Kadang jalan menyempit karena ada perbaikan tapi tetap bisa kencang terus.

Setelah sejam lebih baru deh mulai ketemu antrian kemacetan. Tapi yang paling parah di daerah Ciasem, macet total berkilo meter n hampir sejam baru bisa ditembus itupun lewat jalur off road. Temperatur si KT hampir di red line juga.

Pas ada ketemu Polantas yg terjebak macet juga, dia dikasih tau kalau macetnya hanya karena pasar tumpah. Weleh-weleh…. Otaknya pada kemana, gara-gara pasar sak emprit bikin  macet total.

Pada saat bermacet ria, si KT n si Kuning terpisah, sehingga saat lepas dari macet kita nggak tau siapa yang ngejar siapa. Si KT merasa di belakang jd ngejar si Kuning. Begitu pula si Kuning pas macet merasa di belakang akhirnya harus ngejar si KT. Gak ada komunikasi n koordinasi bahasa kerennya. Hampir 40 menit lost contact baru akhirnya bisa telpon n janjian ketemu di Cikampek, uedan tenan.

Cikampek-Karawang lancar, hanya jalur lebih padat. Sempat salah jalan, plang penunjuk arah Jakarta lepas jadi yang terbaca kalau arah Jakarta belok kanan, jadi si Kuning dan si KT jalan lurus terus. Ke depannya tidak ada lagi penunjuk plang jalan. Sekitar 5 menit kemudian riding ternyata masuk pintu tol. Jangkrikk !!! Terpaksa balik arah lagi, baru ketemu jalan menuju Bekasi.

Pas istirahat di Bekasi baru Wanto cerita kalo dia sempat baca kalo tadi dia liat penunjuk arahnya itu ada tulisan Jakarta via Tol.  “#%^*+>#%£*+(*&^%$” ….!!!

Istrirahat dulu setelah riding 4 jam non stop.

Istirahat di Bekasi, minuman standard touring Heineken + Red Bulls

 

Masuk Jakarta dari arah Pulo Gadung karena tujuan pertama adalah Monas, sesuai permintaan pak de Wanto. Jadi langsung ke Monas, untuk foto-foto dulu. Baru habis itu telpon om Leo kasih tau kalo sudah tiba di Monas. Om Leo sempat marah-marah dulu kenapa gak langsung ke rumahnya. Setelah dimarahin baru deh dijemput sama om Leo. Bukannya manja, cuma kuatir salah ngambil jalur di ibukota dan kami bisa jadi santapan segar “the police”.

Monas Jakarta

Wanto said : “Akhirnya sampai juga di Monas, cihuuuyyy…!!”

 

Di rumah om Leo langsung mandi n makan, sambil si KT diperiksa pakai ancaman harus berangkat hari senin. Kalau sabtu si KT hanya dibongkar tapi gak dipasang, waduhh… malah ban belakang mo dicopot n digantung segela. Setelah nego yang alot akhirnya deal hari minggu pagi baru boleh lanjut menuju Medan

Di sore hari dengan diantar om Leo ke Juragan Helm buat sowan, sempat-sempatnya Wanto sempat bingung mau beli apa. Setelah om Leo “menjelaskan” dengan baik, Wanto akhirnya nebus helm, sarung tangan dan balaclava. Kenapa balaclava? Karena Denpasar – Jakarta  dia hanya pakai masker buat orang flu, hahahahaeeee….

Wanto n belanjaannya....

Borong ya, mas….

 

Dari Juragan Helm langsung makan bebek goreng Slamet di jalan Panjang n langsung pulang n istirahat. Gurihhh n nikmat.

Selesai sudah perjalanan si Kuning Denpasar – Jakarta, si KT akan melanjutkan etape berikut Jakarta – Medan sendirian.

Catatan akhir :

Dengan riding style yang full speed, total pertamax yg habis adalah rp 440.000,- Jalur pantura buat pecinta kecepatan adalah tempatnya karena sampai throttle mentok jalan belum habis.

Milih hotel hati-hati jangan sampai dapat hotel tempat cek in.

Hari ke-4 : 7 Juli 2012
No activity, just wait n see bro Wanto kerja di Performa Motoshop. Sempat tidur siang (indahnya hidup ini), bangun-bangun ternyata Babeh (preman pasar Pesing) dan bro Dena sudah standby di bengkel. Lumayan lama bercanda dengan mereka sebelum bro Dena pamit pulang karena ditelp istrinya.
Makam malam di Paregu Kebon Jeruk setelah sulit menentukan mau mkn dimana dengan agenda ketemu brother CBRClub. Om Leo sampai harus berdiskursi dulu dengan om Iwan dan om Agus. Kita sih manut aja, apalagi Wanto. Kan baru pertama nginjak ibukota.
AKhirnya final decision makan di Paregu Kebon Jeruk. Tiba di Paregu ngobrol ngalor ngidul seperti sudah berteman lama dan lama gak jumpa, padahal baru pertama kali bertemu dengan om Agus dan om Iwan. “Brotherhood more than family”.

Categories: Touring | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: