Touring Denpasar – Medan 2012 – (3)

Hari ke-5 : 8 Juli 2012
Bangun pagi n langsung siap-siap karena ternyata tuan rumah (om Leo) sudah nungguin n mau nganter ke Daan Mogot dengan Wanto. Kondisi sangat fit karena seharian bisa istirahat total. Perut diganjal roti yang dibeli di Bekasi 2 hari lalu, lumayanlah plus air putih.
Setelah ngisi bensin n say thanks and goodbye buat om Leo n Wanto serta sedikit isak tangis om Leo, si KT memulai perjalanan Jakarta Medan sekira jam 07.00. Jalan dari Tangerang sampai Cilegon tidak bisa full speed karena padatnya lalu lintas plus pasar tumpah n jalan rusak, cucok sudah. Sampai di Merak jam 10.00 dengan rasa was2 sehubungan dengan berita tv antrian yg luar biasa, ternyata si KT langsung naik ke ferry gak pake ngantri. Mana macetnya? Jam 10.00-12.30 waktu tempuh Merak Bakauheni tanpa ombak, mantappp…

                       

Penyeberangan Merak – Bakauheni

Pas turun dari ferry, kawan Blanksack kasih kabar hati-hati di jalan lintas timur. Khususnya jalur Way Jepara-Sukadana dimana ini adalah daerah khusus begal, harus ektra hati-hati n waspada. Si KT diajak lari kencang sampai red line rpm, kondisi jalan bagus walau di beberapa titik ada perbaikan jalan. Hanya saja si KT agak brebet kalau narik gas tidak diurut, dan lumayan berbahaya kalau mau lewatin bus atau truk. Kayaknya main jet kebesaran, demikian informasi dari om Leo. Setelah makan siang di Sukadana, si KT melanjutkan perjalanan tanpa mengetahui akan istirahat dimana. Pokoknya gas poll !! Saking terkenal sebagai daerah begal, pas masuk Way Jepara disambut spanduk “Jangan takut, Way Jepara aman”. Memasuki perbatasan Sumatera Selatan sekitar jam 3 sore, yang langsung rehat sejenak di Indomaret sambil nanya informasi jarak ke Palembang yang ternyata 6 jam jika menggunakan mobil.

Welcome to Sumatera Selatan

Waduh, mau tidur dimana nih. Keputusannya hajar terus sampai dapat hotel terdekat larena hari semakin sore, paling jelek di Teluk Gelam. Sampai matahari terbenam masih belum masuk Teluk Gelam dan pas nyampe Teluk Gelam rasanya nanggung bangat karena Kayu Agung ternyata hanya berjarak 15km. Keputusan saat itu istirahat di Kayu Agung karena Kayu Agung lebih besar dari Teluk Gelam, pasti banyak pilihan hotel.
Kendala utama si KT jalan malam adalah headlamp yang nyalanya hanya seperti lampu 5 watt. Jadi galian jalan dan lubang terpaksa dihajar aja sampai masuk ke kota Kayu Agung. Setelah nanya di Indomaret sekalian rehat seri 2 ditunjuklah hotel terbaik di Kayu Agung buat istirahat. Lumayan ada air panas buat rileks sebelum tidur dengan pulas. Tidak lupa memberi laporan kondisi terakhir ke anak istri dan om Leo di Jakarta.

Hari ke-6 : 9 Juli 2012

Karena rute hari ini adalah rute pendek sekitar 300an km, start agak
lebih siang dibanding hari-hari sebelumnya. Itupun setelah makan nasgor jatah
sarapan dari hotel. Kayu Agung Palembang hanya sekitar 1 jam, sehingga tidak
terburu-buru, jalan dengan kecepatan sedang sambil menikmati pemandangan
sepanjang perjalanan. Semakin mendekati Palembang lalu lintas semakin padat.
Akhirnya masuk Palembang dari Kertapati, lalu lintas benar-benar padat karena
jam masuk kerja. Jaanan macet mulai dari Kertapati, naik jembatan Ampera sampai
ke bundaran Mesjid Agung, Palembang betul-betul padat dibandingkan waktu masih
tinggal di Palembang 8-9 tahun lalu.

 

Jembatan Ampera

Menyeberangi jembatan Ampera semua kendaraan betul-betul padat merayap, sampai mau berhenti untuk mengambil foto di atas jembatan Ampera terpaksa dibatalin dan langsung ke area Benteng Kuto Besak sehingga bisa foto dengan latar belakang jembatan Ampera. Perasaan betul-betul senang luar biasa karena akhirnya bisa sampai Palembang, banyak kenangan dengan istri di sini.

Habis foto dan rehat kemudian langsung ke pempek Noni 168 buat makan sarapan kedua. Sengaja makan pempek yang banyak karena rencananya akan riding sampai Jambi tanpa rehat makan siang.

 

Mak nyuuu..ssss…

Sebelum lanjut ke Jambi diputuskan untuk kembali ke jembatan Ampera untuk foto-foto dulu karena kesempatan riding di sini sulit untuk terulang kembali. Ternyata ada razia besar di Palembang, si KT sempat dihentikan sama om “the police”, tapi pas dilihat di tank bag ada peta maka si KT tdk jadi dicek, malah dicuekin, bah…!!Perjalanan lanjut setelah foto sendiri di jembatan, langsung bablas ke Jambi. Sempat susah keluar Palembang karena kembali masalah lalu lintas dan kondisi jalan yang tidak mendukung. Lepas dari Betung, si KT langsung full speed karena jalanan yang mulus dan sepi.Istirahat di Sungai Lilin sekalian koordinasi dengan Jsidi, teman kerja yang tinggsl di Jambi krn alan dijemput di perbatan Sumsel-Jambi.

 

Simpang Gas Grissik, dulu kerja di sini nih….

Fuel si KT sudah sangat menipis dan kuatir tidak sampai ke Jambi
sehingga dengan sangat terpaksa dikasih minum tuak premium. Untung gak ada
masalah sampai di Jambi. Sebenarnya banyak pom bensin yang menyediakan
Pertamax, hanya saja jarak antar pompa bensin lumyan jauh, karena salah hitung
terpaksa pakai tuak cap premium dah. Jam 14.00 sdh ditunggu Jaidi pakai Mio di
tapal batas

 

Perbatasan Sumatera Selatan – Jambi

Kesepakatan bersama makan di kota baru nyari hotel. Karena dijemput dengan Mio, jarak perbatasan ke kota Jambi yang berjarak 44km ditempuh hampir 1 jam dengan speed hanya 80kmj. Akibatnya jadi ngantuk dan 3 kali hampir tabrakan karena human error alias ngantuk. Untungnya smp di kota langsung ke resto Padang dan bisa makan sepuasnya seperti orang kesurupan.

Setelah check in di hotel, lanjut jalan liat2 kota Jambi dan singgah ke rumah kawan yang juga tinggal di Jambi buat makan malam. Lumayan, hehehehe….

 

Categories: Touring | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: