Komunitas Motor atau Komunitas Esek-Esek ?

Pas tengah malam 2 hari lalu tiba-tiba “ping”, bunyi message masuk di hp dari bro Leo Performa. Isinya singkat, ada artikel menarik di blog-nya om Arantan (http://arantan.wordpress.com) yang harus dibaca. Terpaksa dengan mata yang masih 5 watt langsung meluncur ke blog-nya yang dimaksud, dan wow….inikah fenomena baru di komunitas motor?

 

 

Om Arantan, minta ijin di share ya?

Komunitas ikan pari lagi touring… migrasi tahunan, bisa sampai puluhan ribu ikan

Okei… warning dulu….

Sepanjang pengetahuan saya selama mengikuti beberapa komunitas motor, semuanya tidak ada yang melakukan sex touringan. Selama ini kalau touring ya touring, boro-boro mau ngapa-ngapin lah, sudah kecapekan juga.

Cumann…sekali dua kali saya sempat dengar juga ada oknum dari komunitas lain yang melakukan ini. Bukan juga berada dalam kegiatan yang direncanakan, tapi nyatanya tahu sama tahu dan urusan pribadi masing-masing dan tanggung sendiri-sendiri lah. Benar?

Touring (*saja) tanpa dibebani maksud tambahan pun sudah beresiko tinggi. Baru-baru ini saya dengar cerita sangat pedih juga, ada teman pengurus komunitas dan komunitasnya yang mau diperkarakan polisi akibat membiarkan salah satu anggota komunitasnya berboncengan dengan selingkuhannya… Yang mau memperkarakan adalah keluarga mereka yang boncengan dan selingkuhannya, mau diperkarakan dari kedua belah pihak. Masalahnya saat berboncengan dengan selingkuhannya mereka kecelakaan dan meninggal. Urusan yang tadinya pribadi akhirnya membawa dampak bagi seluruh komunitas.

Setelah kejadian itu masih di komunitas yang sama dilanjutkan lagi dengan adegan dilabraknya salah satu pengurus komunitas oleh isteri dan orang tuanya, saat lagi kopdar! Di labrak di depan mata seluruh anggota komunitas lain yang lagi kopdar… kenapa di labrak? Again, saat kopdar bukan pasangan resmi yang diajak. *kasus.

Anyway… Urusan yang istilahnya “celup mencelup”, “berendem”, “ganti oli”, “service”, adalah urusan pribadi, ya hak masing-masing lah, tanggung sendiri akibatnya. Tapi tentunya ada potensi membawa bahaya dan urusan bagi sekitarnya kan.

 

 

Banyak juga komen terhadap artikel om Arantan yang mendukung atau kontra terhadap fenomena ini.
Terlepas dari masalah ini adalah hubungan pribadi dua manusia yang sudah dewasa, selama hal ini terlibat dalam kegiatan komunitas maka mau tidak mau komunitas pasti akan terlibat dengan sendirinya dan stigma negatif akan menempel di komunitas tersebut.

Bagaimana pendapat anda ?

Categories: CBRClub | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Komunitas Motor atau Komunitas Esek-Esek ?

  1. Untungnya club saya dulu sebutannya “klub makan-makan” hehehe….

  2. leo

    susah jg ya kalo ada pengurus club kaya gini, a[alagi tsk nya ketua club tsb, akhirnya imbasnya ke club nya tsb. tp kl dilihat club ini memang tambah ksini tambah blangsak, maklum club yg suka mengcopy paste dari sejarah terdahulunya, jadi ya club nga pubya pendirian !!!!

  3. weird

    Club C** yaa

  4. pernah denger sih pak el. tp duluuu banget. setelah itu ga tau lagi. btw komunitas mana tuh pak el?

    http://www..dk8000.co.nr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: