Jalan-jalan ke Pantai Cermin, 29 Juni 2013

Ide untuk touring menggunakan matic terlintas beberapa saat setelah touring bersama CBRClub Medan ke Brastagi 2 minggu sebelumnya. Karena menggunakan matic maka tujuannya tidak jauh-jauh dari Medan yaitu Pantai Cermin.

Pantai Cermin adalah salah satu tempat rekreasi atau objek wisata yang wajib disinggahi bila berkunjung di Kota Medan atau Sumatera Utara. Kawasan wisata Pantai Cermin merupakan perpaduan antara wisata alam berupa pantai cantik dengan tempat rekreasi buatan.
Pantai Cermin terletak di pesisir timur Pulau Sumatera tepatnya di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Letaknya hanya sekitar 45 kilometer dari Kota Medan dan bisa ditempuh selama 1 jam pejalanan.
Image

Beberapa teman rencana akan ikut tapi karena satu dan lain hal batal jadi dengan percaya diri akhirnya jalan-jalan kali ini dilakukan sendirian, seperti biasa “ride alone”.

Si DK Kecil sehari sebelumnya dipersiapkan untuk jalan jauh dan bahan bakar sudah fuel tank jadi pas jam 09.00 perjalanan menuju pantai Cermin dimulai.

Karena hari yang masih pagi lalu lintas keluar kota masih sepi sehingga tidak menghalangi si DK Kecil untuk dipacu. Beberapa saat setelah Tanjung Morawa lalu lintas tersendat dan macet. Ternyata sedang ada perbaikan jembatan sehingga semua kendaaraan harus bergantian menyebarangi satu sisi jembatan yang tersisa, setalah itu lalu lintas plong…..

Image

Jalan yang lurus dan di kiri kanan jalan terdapat sawah yang menghijau mengingatkan seperti jalan di pulau Jawa, sayangnya di beberapa titik kontur jalan bergelombang karena kualitas aspal yang jelek saat menambal lubang jalan.

ImageMirip di Jawa kan ?

Karena jalan yang sepi maka si DK Kecil bisa dipacu sampai top speed nya 90km/jam, hihihihihihihihi….kenceng banget. Itu dah sangat maksimal karena si DK Kecil harus menngendong beban jokinya yang seberat karung beras 85kg plus full touring gear. Kalo bisa teriak pasti dah berteriak, “TERLALU !!!”.

Gak terasa Lubuk Pakam pun dilewati tanpa halangan yang berarti dan tiba-tiba sudah di pertigaan ke pantai Cermin.

ImageSelamat Datang di Deli Serdang

ImageSelamat Datang di Serdang Bedagai

ImageKemana ya ?

Pas lihat di odometer ternyata bensin hanya turun seperempat, hadeeehhh tanggung banget jalan begini. Akhirnya diputuskan untuk kesasar aja ke Tebing Tinggi. Coba kalau jalan lebih pagi tadi pasti kesasarnya sampai di Prapat lagi.

ImageKesasar yang tanggung….. 40km only

Sampai di Tebing Tinggi kemudian mutar balik menuju pantai Cermin lagi karena niatnya hanya kesasar aja, hehehehehehehehe……

Lalu lintas dari Tebing Tinggi menuju Medan agak lebih padat karena hari sudah siang dimana jalanan didominasi sama truk besar, jadi mesti ekstra hati-hati, juga jalan yang bergelombang yang tidak tidak aman buat si DK Kecil kalau dipacu kencang. Pas keluar Tebing Tinggi terlihat jejeran penjual makanan khas Tebing Tinggi “nasi Lemang”.

Image

Karena perut yang sedikit lapar dan rasa ingin tahu seperti apa nasi lemang maka berhenti sebentar dan dicoba. Ternyata rasanya maknyuuuussss, gurih apalagi dimakan dengan srikaya, wow…

Image

Nasi Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras dicampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang. Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat. Cara mengonsumsi lemang berbeda-beda dari daerah ke daerah. Ada yang senang menikmatinya dengan cara manis (ditambah selai, kinca, serikaya) atau dengan cara asin (rendang, telur, dan lauk-pauk lainnya), atau ada juga yang memakannya dengan buah-buahan seperti durian.

Lemang dijadikan makanan perayaan oleh suku Dayak yang disajikan pada pesta-pesta adat mereka. Bagi suku Melayu, lemang biasa disantap saat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Orang Minangkabau juga menyukai lemang, bahkan kota seperti Tebing Tinggi dikenal dengan julukan “Kota Lemang”. Lemang juga merupakan makanan orang asli Negrito yang ada di Kelantan dan suku Semai.

Setelah menikmati seporsi nasi Lemang, perjalanan dilanjutkan setelah singgah sebentar dan berfoto di lokasi replika istana Sultan Serdang.

Image

Tiba di jalan masuk menuju pantai Cermin ternyata jalanannya didominasi jalan lurus sepanjang 7km. Kayaknya cocok buat ngetes sepeda motor nih, apalagi jalanan sepi hanya kadang terlihat sesekali truk bermuatan kelapa sawit yang lewat.

Image

Gate pantai Cermin, sepi di hari sabtu…

Image

Jalan yang lurus, bisa nge-drag nih…

Di pantai Cermin ternyata tidak terlalu ramai di pantainya, aktifitas water sport sepi hanya di wahana  permainan yang ramai dikunjungi.

Setelah menikmati kesendirian di pantai yang sepi akhirnya si DK kecil diajak pulang kembali ke Medan.

Image

Berikutnya kemana lagi ya….?

Hampir terlupa :

Pada saat kembali ke Medan, sebelum memasuki Lubuk Pakam terlihat ada acara di sehingga jalan yang tadinya 2 jalur hanya bisa menggunakan satu jalur karena satunya terpakai untuk acara tersebut. Mau nggak mau si DK kecil harus jalan perlahan. Pada saat itu terlihat ada pesta dengan full lagu Batak yang menggunakan sound system besar dan tuan rumah sedang menyambut tamu sambil menari dengan menggunakan baju adat.

IMG_5745

Wah, moment menarik untuk di foto nih. Langsung aja si DK Kecil berhenti dan siap-siap mau ngambil foto pake “aifon” tapi keburu datang satu orang security dari ormas tertenten berbaju loreng biru kuning. Si DK Kecil disuruh jalan gak boleh berhenti, tapi ngeyel dulu sambil nanya-naya dengan pe-de nya :

Si DK Kecil : “Pak, acaranya ramai ya? Ini pestanya hari keberapa nih?”

Pak Security : “Ooo..ini sudah hari kedua. Kenapa?”

Si DK Kecil : “Iya, ramai betul. Trus mempelainya dimana, ada di dalam?”

Pak Security : “Ini bukan acara kawinan pak, ini acara orang meninggal. Besok jenazah akan dibawa ke Toba”

Si DK Kecil : GEE…DUBRAAAAAKKK !!!!

Langsung deh si DK digas and terbang menuju Medan, hahahahahahaeeee….

Lain ladang lain di Bali….

Categories: Touring | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Jalan-jalan ke Pantai Cermin, 29 Juni 2013

  1. wahyu #23

    ke pante kokl sendirian,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: