Touring Denpasar – Dilli 2011 (2)

Setelah mencari-cari file sekian lama akhirnya ketemu juga catatan harian Denpasar – Dilli Touring  2011 (Perjalanan yang Tertunda) sehingga bisa menyelesaikan PR kisah sebelumnya disini. Ini kisah touring yang gagal sampai di tujuan sehimgga harus improvisasi yaitu kesasar samapia di danau tiga warna, Danau Kelimutu.

Day 4 – 14 June 2011

Route berikut adalah Labuhan Bajo – Ruteng  yang berjarak 150 km. Berangkat jam 06.36 langsung disambut tanjakan dann udara dingin. Saking gak tahan sampai harus berhenti untuk memakai inner coat dalam jacket, bberrrr…… Jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan n luar Biasa.

Karena blm makan pagi akhirnya berhenti di kota kecil  Lembor buat nipu cacing dulu baru melanjutkan perjalanan. Kondisi jalan yang mulus membuat terlena sehingga si KT dipacu dengan kencang saja, tiba-tiba menghajar lubang di aspal yang mengakibatkan pelak depan peang dan ban kempis.  Akhirnya  harus balik lg ke Lembor dan masuk bengkel buat pasang ban dalam yang untungnya tidak lama.

Image  Bandepan sudah gak tubeless lagi tapi pakai ban dalam

ImagePemandangan sebelum Ruteng

Image

 Anak sekolah harus jalan kaki cukup jauh karena keterbatasan alat transportasi

Masuk Ruteng jam11.40 buat ngasih minum si KT dan perjalanan lanjut menuju Aimere. Ada kejadian yang cukup lucu saat mau ngisi bensin buat si KT dimana pom bensin sangat terbatas di sana. Dengan modal nanya sana nanya sini akhirnya sampai juga di pom bensin di sebuah jalan yang kecil sekitar 150 meter dari jalan utama. Mulai dari pertigaan sampai di area pom bensin berjajar pedagang bensin eceran “Pertamini”, aneh banget karena pedagang eceran jualan dekat pom bensin, apa gak takut kesaing sama pom bensin. Ternyata….pas mau masuk di areal pom bensin ada kertas pengumuman “BENSIN HABIS”. Terpecahkan sudah kenapa banyak Pertamini di sekitar pom bensin Pertamina. Akhirnya perjalanan dilanjutkan setelah menemukan pom bensin di jalan keluar kota menuju Aimere.

ImageSelamat tinggal Ruteng, next…Aimere

ImageAimere di kejauhan – Besok nyebrang ke Kupang…

Tiba di pelabuhan Aimere jam 14.15 dimana harusnya ferry dari Kupang sudah sampai tapi kok gak kelihatan kapal ferry di pelabuhan, apa belum tiba? Ketemu dengan beberapa calon penumpang yang mau menyeberang juga dalam kebingungan. Setelah nanya ke sesorang yang ternyata tidak Ada ferry hari ini krn cuaca buruk, baru Ada minggu depan. Bull shit !!! Mana cukup waktu kalau mau nyebrang minggu depan??? Setelah tanya sana-sini ternyata jawaban yang sama yg didapatkan. Bingung mau kemana karena tidak ada plan B kalau tidak ada ferry. Mau tidak mau harus improvisasi plan yaitu menuju Danau Tiga Warna Kelimutu. Itupun setelah mencari-cari informasi dulu berapa lama kira-kira perjalana menuju ke sana. Stelah memberi informasi ke istri tentang plan B, si KT langsung diarahkan menuju Bajawa, kota kabupaten.

Posisi Bajawa ada di gunung sehingga menuju ke sana adalah menanjak dengan belokan tajam yang cukup berbahaya dengan aspal yang mulus-lus. Si KT dipacu kencang terus sepanjang jalan.

 Image

ImageHeading to Bajawa

Tiba di Bajawa 17.10 kemudian mencari hotel buat istirahat. Karena letaknya di ketinggian maka udaranya dingin walau di siang hari jadi jalan kakipun terpaksa tetap pakai jaket touring daripada menggigil, hehehehehehe….

 

Day 5 – 15 June 2011

Kondisi Putri di rumah drop lagi sehingga harus diskusi dengan istri dulu  yang akhirnya diputuskan untuk ke Ende dulu baru nyari flight ke Denpasar. Setelah mencoba menghubungi kantor Merpati  ternyata Merpati sudah tidak terbang ke Ende lagi. Informasi dari Merpati juga kalau kondisi cuaca berangin seperti ini maka tidak ada flight sama sekali buat semua pesawat. Galau jadinya ingat si Putri di rumah.

ImagePagi hari di Bajawa

Akhirnya berangkat jke Ende juga jam 09.00 dan kondisi jalan yang  masih meliuk-liuk disekelilingi perkebunan rakyat. Menjelang Ende aspal jalan banyak yg terkelupas serta orang yg sedang memperbaiki jalan sehingga si KT harus berjalan lambat-lambat.

ImageWelcome to Ende

ImagePemandangan sebelum memasuki kota Ende sungguh luar biasa, hampir 23 km lebih jalan di pinggir pantai, mantaff sekali.

Pas masuk kota jam menunjukan 11.55 dan km yang ditempuh dari Labuan Bajo – Ende adalah 417 km. Makan siang di resto Padang sambil diskusi sama istri n diputuskan touring terus ke Kelimutu baru pulang lagi ke Denpasar dengan si KT.

Perjalanan dilanjutkan ke Kelimutu dengan kondisi jalan perfect sehingga si KT bisa dipacu kencang tapi jalurnya  mengerikan karena di pinggir adalah jurang dalam tegak lurus. Jadi kalau kebablasan bisa nyakut di ujung pepohonan sebelum mendarat di tepi sungai beberapa puluh meter di bawah.

Image si KT bisa nyangkut di ujung pohon nih kalau tidak hati-hati…

Perjalanan sempat diselingi kabut karena letaknya di pegunungan yang akhirnya sampai di pintu gerbang Kelimutu dengan aman.

Image

Image

ImageGak sampai di Dilli ngagak apa-apa…

Sempat hiking ke danau tapi karena cuaca berkabut membuat pemandangan danau tidak terlihat sama sekali. Jadi diputuskan untuk kembali ke Moni, sebuah desa terdekat buat istirahat dan pagi-pagi benar sudah harus bangun dank e danau buat liat sunrise.

 

Day 6 – 17 June 2011

Bangun jam 04.00 buat ngejar sunrise. Sebenarnya bukan mau ngejar sunrise tapi kuatir kalau siang kabut keburu turun dan tidak bisa melihat keindahan danau.

Setelah packing  maka langsung si KT diajak kembali menuju ke Kelimutu. Setelah bayar administrasi dsb dengan ditemani salah satu guide lokal langsung hiking menuju ke danau. Perjalanannya mirip seperti kita mau menikmati sunrise di Bromo.

 Image

Saat matahari terbit masih berkabut sehingga danau tidak terlihat.Tiba-tiba kabut menghilang dan terlihatlah danau nya yang luar biasa.Dan memang benar tiga danau yang letaknya berdekatan itu berbeda warnanya.

Image

Image

ImageAda tiga warna, kan ????

Image Jagger penguasa danau Kelimutu

 

Image

Image

Image

 Image

Image

Image

Setelah menikmati pemandangan danau dan foto-foto disana, (ternyata banyak wisdom juga yang kesana) perjalanan pulang pun dimulai. Check point pertama adalah di Ende baru kemudian ke Bajawa. Perjalanan menuju Ende lancar hanya saja lebih banyak mobil sepanjang jalan.Walau jalannya banyak tikungan tapi mobil penumpang umum hajar terus dengan keceptan tinggi. Edaaannnn….

Sampai di Ende hanya langsung ngisi bensin dan makan di resto Padang yang sama n langsung jalan menuju Bajawa. Berbeda dengan Kelimutu – Ende, rute Ende – Bajawa sepi dan sangat jarang bertemu dengan kendaraan lain.

Si KT dipacu kencang sehingga sampai di Bajawa jam 15.00 langsung check in di hotel yang sama sebelumnya. Cukup waktu buat jalan-jalan buat lihat-lihat kota Bajawa sebelum istirahat. Kota kecamatan kecil yang dingin seperti di Trawas, Jawa Timur.

 Image

Day 7 –  17June 2011

Perjalanan hari ini dimulai jam 06.10 Rute Bajawa-Ruteng udara dingin menghantam kulit di balik jaket Komine padahal dah pake kaos dobel. Full speed terus walau  ada beberapa titik yg jalannya perlu diperbaiki, malah ada bekas longsor sehingga alat berat masih bekerja membersihkan jalan, padahal waktu berangkat kemaring belum longsor. Sampai di Ruteng pas jam 09.00 untuk istirahat dan dan makan pagi sekitar sejam baru melanjutkan lagi menuju Labuan Bajo.

 ImageKelokan jalan seperti ular

Rencana awal adalah makan siang di Lembor tapi berhubung terlalu cepat dr prediksi yg harusnya 2 jam perjalanan tapi ternyata satu jam tembus, akhirnya diputuskan melaju terus ke Labuhan Bajo.

Jalur Lembor-Bajo adalah jalur full speed.Setelah keluar dari Lembor ada jalur yang memutari persawahan kurang lebih 5-6 km yang mulus dan sepi. Si KT bisa dipacu sampai speed 140kmh, tp belum bisa mendapat dapat top speed. Banyak jalur yg lurus dan panjang, pokoknya puas gas digeber terus.

 ImagePuaasss….top speed pun diraih dengan mudah

 Image

Image

ImageDunia anak-anak sekolah…ceria…

Tiba di Labuan Bajo 12.45 masih siang dan langsung trus nyari hotel dan akhirnya check in di Bintang Flores Hotel, mau relaks dulu setelah riding7 hari berturut-turut. Thanks to my lovely wife yang telah meng-acc hotel ini,  cihuuuyy….

Image

Acara pertama adalah berenang di laut depan hotel baru kemudian di kolam renang.Setelah puas berenang baru mau berendam air hangat di kamar mandi.Ternyata oh ternyata gak ada bath tub di kamar.

Image

Image

Image

Menjelang matahari terbenam  ngambil foto-foto sunrise karena dari pantai terlihat matahari terbenam di horizon.

 Image

Image

Image

Menu makan malam adalah ikan bakar di daerah pelabuhan. Sempat nanya-nanya juga ternyata  ada ferry dari Denpasar-Makassar via Bajo selama 2 hari. Kayaknya Makassar-Manado sebelum km 0 Sabang.

 

Day 8 – 18 June 2011

Rute hari ini adalah rute pendek dari Labuhan Bajo ke Bima, hanya penyeberangannya yang lama. Pagi-pagi jam 06.00 sudah harus hadir di pelabuhan karena ada kemungkinan tidak dapat tempat di pelabuhan.

ImageSuasana pelabuhan Labuan Bajo di pagi hari

Dan ternyata setelah si KT duduk manis di deck ferry tidak lama kemudian ferry penuh. Terlihat beberapa motor yang harus kembali ke pelabuhan karena tidak ada tempat.Kasiaaan deh karena harus nunggu besok buat nyebrang.

Kondisi laut tenang dan lebih bersahabat dibandingkan perjalanan pas berangkat.  Kali ini bisa tidur nyenyak dan tenang karena mendapat tempat tidur  walau tempatnya kasur sederhana.

ImageSuasana dek kapal ferry menuju Sape

 Tiba di pelabuhan Sape jam 16.00 dan langsung si KT dipacu menuju Bima. Yang berbahaya adalah banyaknya anak kecil dan binatang peilharaan yang menyeberang dengan tiba-tiba jadi harus ekstra hati-hati.

Sampai di Bima masih terang jam 17.00 tapi langsung ke rumah bang Opick lagi, padahal rencana mau tinggal di hotel biar tidak merepotkan. Malamnya sempat ngumpul dengan beberapa anak klub Bima di café buat sharing pengalaman touring jauh.

 

Day 9 – 19 June 2011

ImageSunrise di Bima

Berangkat pagi-pagi dari rumah bang Opick menuju Bima jam 06.00, hari masih remang-remang. Perjalanan lancar walau di beberapa perkampungan yang jadi raja jalanan adalah….sapi !! Jika ketemu sapi di tengah jalan maka bukan sapi yang akan minggir (walaupun sudah diklakson berulang kali) tapi kendaraan yang harus minggir. Dasar sapi !!!

ImageReal Raja Jalanan

ImageMonyet penunggu jalanan antara Bima dan Dompu

Perjalanan lancar tanpa terhalang tanah longor karena volume kendaraan yang masih sedikit di pagi hari.

Warung stiker dilewatin begitu saja karena target makan siang di Teluk Santong, di warung yang sama. Habis ikannya ikan segar sih…..

ImageMak nyuuusss…

Setelah melahap sarapan pagi dengan beringas, perjalanan menuju Sumbawa dilanjutkan. Perjalanan agak menyiksa karena matahari yang terik membuat jalan berdebu.Beberapa kali harus berjalan pelan jika berpapasan dengan mobil atau jika ingin mendahuli mobil.

Sampai di Sumbawa hari masih siang, jam 12.30 dan langsung check in di hotel yang sama dengan sebelumnya. Setelah tidur sebentar baru keluar mencari makan sama keliling kota melihat pemandangan kota.

 

DAY 10 – 20 June 2011

Rute pulang Sumbawa – Pototano tidak seberapa jauh, yang dikuatirkan adalah kondisi laut dimana jika cuaca jelek maka tidak ada ferry yang menyeberang. Untungnya cuaca pagi ini cerah tanpa awan sehingga kekuatiran cuaca buruk dengan sendirinya hilang.

Si KT bisa dipacu maksimal sehingga jam 12.00 sudah tiba di Pototano. Antri sebentar langsung naik ke kapal. Cuaca panas terik membuat badan basah keringatan karena full gear.

ImageKondisi laut yang bersahabat membuat penyeberangan ke Kayangan tidak terasa.

Setelah turun dari ferry yang pertama kali dilakukan adalah mencari pertamax buat si KT karena hampir seminggu ini si KT minum premium terus.

Ada pom bensin dengan pertamax gak jauh dari pelabuhan Kahyangan jadi langsung dipacu menuju Mataram mengejar waktu ke pelabuhan Lembar.

Sebelum masuk ke Cakranegara jalanan macet tersendat.Dikira ada kecelakaan ternyata ada arak-arakan pawai sepertinya ada sunatan.

Image

Image

Image

Image

Bukan hanya ada satu tapi sepanjang jalan menuju Cakranegara ada beberapa sehingga tiba di Mataram sudah jam 16.30. Istirahat bentar dan langsung menuju pelabuhan Lembar.

Di pelabuhan Lembar antri ke kapal pun tidak lama. Malah si KT yang naik duluan, hihihihihihi…. Di ferry bisa istirahat dengan mantaff karena ferry nya lebih canggih dikit, ada tempat tidur yang tersedia bagi penumpang. Saat itu penumpang juga sedikit, tidak seberapa banyak jadi bisa tidur dengan lega. Cuaca sedikit bergelombang bikin mata ini cepat tertutup menikmati alunan kapal.

Image

Tidak terasa pengumuman kapal akan bersandar di Padang Bai, mungkin karena kecapekan setelah menikmati perjalanan seminggu lintas propinsi.

Turun dari ferry sudah tengah malam, sekitar jam 11.30, melewati pos pemeriksaan tanpa kendala berarti langsung menuju Denpasar. Perjalan kurang dari lebih sejam karena jalanan sepi sama sekali. Tiba di rumah pas jam 01.00 WITA dengan selamat, “Home Sweet Home”….

Image

Image

Image

Categories: Touring | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: