Monthly Archives: October 2013

Oooopppsss, I did it again : Breakfast at Brastagi

Akibat insiden disambar truk di perbatasan Jambi – Sumatera Selatan menghasilkan pergelangan tangan kiri sedikit terkilir sehingga harus menggunaka elastis perban buat mengurangi rasa sakit dan harus istirahat mengendarai motor.

Tapi yang namanya biker mana betah duduk diam, makan gak nyenyak tidur gak kenyang setiap saat memikirkan touring sampai akhirnya diputuskan untuk ikut gathering PCM dan Odong-odong Bikers tanggal 10 October 2013.

Karena si DK sedang under repair di bengkel Performa Jakarta jadi akhirnya si KT yang sudah nongkrong sekian lama nungguin garasi mendapat giliran gathering. Dengan memakai full gear kecuali sepatu karena luka yang belum sembuh (pakai flip flop sandal) akhirnya bisa kumpul dengan PCM dan Odong-Odong Bikers.

 

ImageCafe jadi penuh dengan member of PCM Bikers and Odong-odong Bikers

Image

Si KT kejepit

Image

2 Bintang only

Dari gathering malam itu diputuskan untuk riding antara ke Prapat atau Brastagi di hari minggu tanggal 13 October. Menjelang hari-h diputuskan untuk ke Brastagi karena siangnya ada live MotoGP dari Sepang. Titik kumpul diputuskan di pom bensin SS Adam Malik 06.00.

Ternyata peserta yang mau ke Brastagi lumyan banyak lho, ada 15an unit gabungan Odong-odong dan PCM. Setelah ngumpul semua rombongan segera bergerak menuju check point di Green Hill.

Image

Mr. Road Captain, jabatan abadi kayaknya nih…

Jalur Medan – Green Hill sepi di pagi, jalanan masih basah sisa hujan semalam tapi si KT gak mau kalah, langsung nempel Road Captain abadi Argus dengan CBR954-nya. Karena jalan sepi maka si KT pun diajak rebah ke kiri ke kanan tanpa rasa bersalah. Padahal kalau diingat kejadian dengan si DK salah satunya karena keasyikan rebah di tikungan. Bro Argus beberapa kali harus mengurangi kecepatan karena genangan air, mungkin karena kondisi ban nya yang tidak mendukung.

Image

Istirahat di Green Hill

Setelah di Green Hill, beberapa teman memutuskan untuk makan pagi di sini sementara yang lain terus menuju ke Brastagi. Dari Bandar Baru – Brastagi banyak aspal yang terkelupas dan jalan yang bergelombang sehingga pergelangan tangan kiri yang diperban terasa sangat sakit walaupun sudah dikasih pain killer. Jalur menderita namanya kalau begini. Sampai di Brastagi langsung menuju pasar buat sarapan, mantafff…

Image

Wajah-wajah ceria…

Dari Brastagi perjalanan dilanjutkan menuju peternakan sapi buat minum susu segar di Gundaling Farm. Yang namanya minum susu segar bukan langsung minum dari sapi seperti ini lho…

ImageSusu gantung ? No way !!

ImageParkir VIP

ImageNo alcohol in da murning, susu only

Image

Bikers get a fresh milkshake

Image

Pameran helm : “Sayang anak…sayang anak…”

Image

Gak ada lo gak rame, ko Amin…

Setelah puas menyusu dan hahahihihii….rombongan pun balik ke Medan dan akan makan siang di BPK Tesalonika yang katanya terkenal di seantero Medan. OK, time to ride back home…

Brastagi – Medan bisa dibilang lancar kecuali di Bandar Baru dimana rem belakang ER6 bro Carven blong masuk angin sehingga harus dikuras dulu. Pas lagi dikerjain remnya, tiba-tiba ZX6 Gunawan nyungsep karena posisi parkir yang tidak pas, hasilnya baret di body ZX6 nya, sayang sekali….jatuhnya gak elit, jatuh bego mirip-mirip si DK juga, hehehehehehehe….Ada kawan… SIsa perjalanan ke Medan lancar sampai tempat makan siang,

Image

Menunya tinggal pilih…

Image

Kelaparan nih kayaknya….

Habis makan siang rombongan pun buru-buru berpisah menuju rumah masing-masing karena MotoGP kelas utama segera dimulai sambil mikir touring berikutnya minggu depan.

Image

Touring Never STOP – Gak ada si DK, si KT pun OK

Categories: Touring | Tags: | 1 Comment

Catatan Perjalanan “Si DK Ride Back Home : Day 3 – Accident

Pagi ini terasa indah karena matahari bersinar cerah, badan fit siap untuk menempuh rute Jambi – Lampung. Karena hari masih pagi (bangunnya lebih pagi karena gak sabar ngegass) jadi nggak sarapan, maklum resto hotel belum buka. Untungnya di samping ada Indomaret yang buka, jadi bisa beli susu Ultra buat ganjal sementara. Rencananya akan sarapan di simpang Tempino.

Dan perjalanan hari ini pun dimulai jam 06.35 dengan destinasi Lampung. Jalanan masih sepi sehingga si DK bisa diajak berlari kencang, apalagi aspal nan mulus. Keluar dari kota Jambi menuju simpang Tempino rasanya sebentar karena jalanan betul-betul sepi. Sangat jarang berpapasan dengan kendaraan lain dan si DK pun diajak rebah di tikungan, speed berkisar 130-140 kpj.

Maksud hati sarapan di simpang Tempino apa daya masih sepi sehingga rencana pun berubah, sarapan di Bayung Lencir. Jalan tetap masih kosong, matahari baru terbit dan udara bersih dan segar, kaca helm pun diangkat sedikti buat menikmati segarnya udara pagi.

Image

Tak terasa perbatasan Jambi – Sumatera Selatan pun terlewati, dan sudah menjadi acara wajib untuk berfoto ria di sini sekitar jam 06.10. Artinya sampai hari ini sudah menginjak propinsi yang ketiga setelah Riau dan Jambi.

Image

Palembang sudah tidak jauh lagi, diprediksikan jam antara jam 10.00 sampai 11.00 sudah tiba di Palembang dan makan pempek Nony dan foto-foto di jembatan Ampera. Nyaammm…nyammmm…nyaammmmm….

Habis foto langsung si DK diajak menuju Palembang dengan speed di kisaran 130an kpj. Tikungan lebar dan sepi bisa bikin terlena kalau tidak waspada.

Saat si DK memasuki tikungan “S” besar speed sempat diintip 108 kpj, keluar tikungan kiri dengan aman kemudian masuk  tikungan kanan, pas saat keluar tikungan dari depan ternyata ada truk yang mau masuk tikungan kiri tapi terlalu ke kanan.

Akibatnya ….. BRAAAAKKK !!!!!

Sisi kanan kepala truk menyambar sisi kanan si DK dengan keras sehingga si DK terhempas ke kiri langsung keluar dari aspal sementara penunggangnya terlempar dan terseret di aspal sekitar 10 meter. Pada saat rider berdiri ternyata truk penabrak tidak kelihatan, artinya langsung kabur. Sebuah pick up kemudian berhenti dan membantu mengangkat si DK ke pinggir jalan. Terlihat bahwa setang kanan si DK patah dan fairing kanan juga hancur. Yang terpikir saat itu adalah “TOURING IS OVER”, Bali tinggal mimpi. Jam menunjukan 06.20 waktu setempat.

ImageSetang mana…mana setang ….!!!

Image

Image

Image

Image

“Si DK Mudik” tinggal kenangan

Image

Truk terlalu ke kanan sebelum masuk tikungan kiri akhirnya dan menyambar si DK dari arah depan

Image

Lokasi incident si DK vs truk

Image

Sepatu touring sobek diperkirakan kena footstep

Image

Helm lecet padahal terbentur aspal dengan keras dan terseret

Setelah si DK diparkirkan di tempat yang aman maka yang pertama dilakukan adalah menghubungi JD yang masih tidur seklaian koordinasi buat sewa pick up dimana si DK harus segera diungsikan ke Jambi buat dipaketin. Berikutnya menghubungi koh Leo Performa dan menginformasikan kalau si DK incident dan touring ke Bali batal karena rusak lumayan.

Sambil menunggu pick up tetap koordinasi dengan istri mau dipaketin kemana si DK, ada 2 pilihan ke Medan atau ke Jakarta. Akhirnya diputusin dikirim ke Performa Jakarta buat perbaikan.

Image

Image

Si DK dinaikan pick up buat dibawa ke kantor pos besar Jambi

Image

Si DK di kantor pos siap dikrim ke Jakarta

Habis ngurusin si DK di kantor pos langsung diantar JD ke bandara buat pulang ke Medan via Jakarta, dibonceng pakai motor Ninja 250R. Pas naik di boncengan terasa susah banget karena buat naik ke boncengan tinggi betul, perlu extra power mengingat perut yang agak maju ke depan nih. Thanks yo bro dah direpotin.

Transit Jakarta ternyata sudah di tunggu sama koh Leo dan om Basta di Cengkareng, jadi kami makan siang dulu sambil ngobrol tentang incident tadi pagi sama touring ke Bali. Pokoknya hati ini campur aduk rasanya saat itu. Yang jelas touring ke Bali harus tetap jadi dari Jakarta.

Akhirnya masuk tiba kembali di rumah jam 20.00 dan siap memberi kronologis incident ke keluarga.

ImageImage

Luka harus diperiksa di rumah sakit setelah 2 hari

Image

Untuk sementara ijin touring dibekukan sampai waktu tidak terbatas jadi touring ke Sabang masih wait and see.

Categories: Touring | 5 Comments

Catatan Perjalanan “Si DK Ride Back Home” : Day 2

27 September

Pagi yang cerah ketika bangun di pagi hari dan rasanya sudah gak sabar untuk segera memulai perjalanan hari ini. Planningnya sih jam 05.45 sudah mesti start tapi karena rute Pekan Baru – Jambi adalah rute pendek sekitar 510 km maka masih bisa menikmati makan pagi di hotel dulu, biar lebih segar.

ImageSleep, eat, ride

Makan pagi kali ini tidak seberapa banyak, seadanya saja plus teh manis, habis itu langsung berangkat dengan tujuan pertama kantor Gubernur Riau buat foto sebagai bukti si DK sudah sampai di Pekan Baru.

ImageNarsis lagi, to…

Dari kantor gubernur si DK langsung diarahkan menuju jalan lintas timur Sumatera yang tentunya si DK diisi Pertamax Plus full tank.

Ada yang lain jika kita jalan-jalan hari jumat di propinsi Riau dimana muris sekolah dan guru-gurunya diwajibkan memakai baju tradisional Riau.

Kondisi jalan Pekan Baru – Pangkalan Kerinci kondisi aspal mulus, sampai terpikir ini bukan di Riau tapi dah masuk Jambi, hehehehehehehe… gak percaya kalau ada jalan yang mulus di Riau. Jalan lurus diselilngi naik turun bukit sangat menarik di pagi hari, mau tidak mau si DK diajak berlari kencang, puas…. Hanya menjelang Pangkalan Kerinci ditemui perbaikan jalan dimana jalan harus dibeton. Hal ini mungkin karena kondisi tanah yang labil di sini.

ImageRide with pride

Pangkalan Kerinci dilewati dan langsung menuju ke perbatasan Riau – Jambi. Di sini jalan bervariasi antara aspal dan beton, kondisinya bagus walau ada di beberapa titik yang aspal maupun beton yang terkelupas dan perlu diaspal ulang. Walaupun demikian si DK tetap bisa berlari kencang.

Selain jalanan yang diapit kebun sawit, menjelang perbatasan masih sering melalui hutan sehingga udara terasa dingin di pagi hari. Banyak ranting patah yang bertebaran di pinggir jalan, yang kalau dari jauh terlihat mirip ular. Beberapa kali sempat kaget sendiri karena kayu yang bentuknya sangat mirip hewan melata. Pada suatu titik terlihat dari jauh ada ranting yang tergeletak di pinggir jalan, jadi si DK diajak jalan biasa sambil menikmati pemandangan, pas dekat ternyata bukan kayu tapi ular phyton sebesar betis anak kecil lagi bergelung, WHOAAAAAAA….. Saking kagetnya hampir jatuh sama si DK, akhirnya langsung kabur deh. Setelah agak jauhan baru terpikirkan untuk difoto karena pernah punya hubungan yang gak bagus dengan ular maka sorry aja buat balik dan foto, hehehehehehehehe……

Perjalanan pun dilanjutkan dan 80 km terakhir menjelang perbatasan jalan sedang dibeton. Jalur ini tahun sebelumnya waktu melintas dengan si DK merupakan jalan neraka dimana lubang di jalan bertebaran dimana-mana sebesar gajah, untungnya pemerintah sudah sadar buat diperbaiki.

Jam 12.00 kurang banyak terlihat tapal batas Riau – Jambi, tanpa disuruh langsung si DK minggir buat berfoto lagi. Kalo ini yang narsis si DK bukan ridernya lho.

Image

Pintu gerbang propinsi Jambi

Jarak dari tapal batas ke Jambi masih sekitar 230an km lagi sekitar 3 jam waktu tempuhnya. Disini langsung contact ke kawan lama bro Jaidi karena sudah janjian mau disambut sebelum masuk ek kota Jambi. Jaidi  berdomisili di Bajubang-Jambi, masih jauh juga ke arah Palembang, jadi butuh waktu juga buat dia menuju kota Jambi.

Karena kondisi aspal yang excellent plus cuaca yang mendukung serta jalanan yang sepi, membuat hati ini tidak tenang untuk mengajak si DK berlalri kencang. Rebah-rebahan? Jangan tanya, beberapa kali foot step kiri dan kanan bergesek dengan aspal dan bunyinya bikin kaget terus.

ImageSiap-siap rebah kiri dan kanan…

Karena perut mulai bernyanyi maka si DK langsung mutar balik ke warung makan dimana tahun lalu waktu sama si KT makan paginya disini. Menunya sih gak menarik tapi yang penting dapat lesehan sehingga bisa tiduran bentar meluruskan punggung. Istirhatnya sih nggak lama, hanya 45 menit karena gak sabar buat riding lagi.

ImageMenu ala kadarnya buat nipu cacing

Memang boleh dibilang kualitas jalan di propinsi Jambi adalah excellent benar buat yang hobby touting karena jalan yang mulus diselingi belokan turunan dan tanjakan sehingga terasa sangat puas.

Tak terasa sudah masuk ke Sangeti, kota kecil 34 km dari kota Jambi, jadi bisa istirahat bentar di Indomaret buat beli minum. Ternyata pas sedang milih minuman bro Jaidi tiba-tiba sudah ada di belakang. Mungkin karena gak sabar nunggu di batas kota akhirnya nyusul ke sini dengan harapan papasan di jalan, ehhh ternyata papasannya di dalam Indomaret.

ImageJD in action !!! Dah waktunya dengan Z8 tuh

Perjalanan langsung dilanjutkan menuju kota Jambi dengan tujuan ke kantor Gubernur Jambi, seperti biasa untuk jadi bukti kalau si DK sudah menginjak Jambi.

Image

No comment, deh

Setelah puas foto-foto dilanjutkan dengan mencari hotel buat istirahat setelah riding 8 jam. Abis check in dan mandi langsung bergerakke Rudi Hadisuwarno salon buat massage karena badan terasa capek benar karena x-factor, Sementara JD lanjut dengan perawatan full body yaitu creambath, facial, manucure pedicure. Buseeeettt dehhhh…

Habis makan malam di samping hotel langsung istirahat karena jarak yang akan ditempuh besok berkisar 700an km, jd istirahat harus cukup. JD harus balik ke Bajubang karena ada hajatan saudaranya, itu sebabnya kali dia treatment full body, hehehehehehehehehe…..

Jarak tempuh hari ini : 510 km.

Categories: Touring | Leave a comment

Catatan perjalanan “Si DK Ride Back Home” : Day 1

Sesuai dengan perencanaan setahun lalu untuk merayakan hari ulang tahun berdirinya CBR Club Bali yang ke 4 yang jatuh pada tanggal 9 September 2013, si DK akan melakukan touring dari Medan menuju Denpasar, sekalian si DK mudik ke kampung halamannya.

Perjalanan ini dimulai 26 September dan akan tiba di Medan kembali tanggal 11 Oktober 2013.
Day 1: 26 September
Hari masih pagi jam sekitar jam 07.00 ketika si DK berangkat dari Medan, tapi buat touring sebenarnya agak telat karena jalanan sudah mulai padat. Terbukti pada saat keluar dari Medan lewat Tritura sampai di Amplas menuju luar Tanjung Morawa jalanan sudah padat dan bahkan tersendat. Membutuhkan hampir 45 menit sendiri buat lepas dari padatnya lalu lintas agar bisa memacu si DK.
Speedometer si DK menunjukan angka 11560 sebelum start sehingga  nantinya bisa dilihat berapa jarak tempuh Medan – Pekan Baru.
Rute Tanjung Morawa – Lubuk Pakam – Tebing Tinggi cukup padat di pagi hari dengan bis dan truk tapi tidak terlalu ramai. Saat di Lubuk Pakam sempat terdengar raungan knalpot racing yg cukup keras dan mengganggu, pas nglirik spion ada sepeda motor yg berusaha nempel, langsung si DK ngajak berlari, hehehehehe…..jelas ketinggalan dong. Setelah puas, si DK nungguin dulu dan pingin lihat siapa dan apa motornya, ternyata dia adalah Amsory, salah satu member CBR Club Medan dengan motornya yang sudah berganti baju menjadi warna kuning. Pantas nggak dikenal tadi. Kamipun pisah di Perbaungan setelah riding bersama dan si DK melanjutkan perjalanan menuju Rantau Prapat melalui Tebing Tinggi – Indrapura – Kisaran. Jalan boleh dibilang mulus dan mantaff mulai dari Indrapura, si DK diajak berlari kencang terus walau tidak top speed karena ngeri sendiri sama bis dan truk dari depan. Kondisi jalan dari Tebing Tinggi sampai Rantau Prapat mulus tanpa ada kerusakan jalan, hanya saja aspalnya yang sudah agak lama.
ImageGodaannya luar biasa….
Tiba di Rantau Prapat jam 11.45, langsung nyari lokasi buat ngisi perut, maklum dari rumah hanya diganjal roti n teh aja. Menu masih selalu always selalu sama ditelan dengan lahap sambil memberikan laporan ke rumah.
Image
Selalu always with 2 telor
Leyeh-leyeh selama sejam pas jam 13.00 perjalanan dilanjutkan menuju Bagan Batu sebagai next check point. Jalanan keluar Rantau padat karena bersamaan dgn bubaran anak sekolah jadi harus extra hati-hati. Tahu sendiri kan anak sekolah kalau naik motor gak pake helm trus boncengan tiga plus jalan kenceng-kenceng gak ada takutnya. Lepas itu jalannya excellent karena aspal baru nan mulus, penuh kelokan diapit kiri kanan kebun sawit yang baru tumbuh, pemandangan yang luar biasa. Sayangnya gak sempat difoto karena lagi asyik ngajak si DK diajak rebahan di tikungan, speed sempat diintip bermain diantara 110-130 km/jam. Pokoknya puas habis di jalur ini.
ImageWelcome to Riau – Tidak Terawat
Bagan Batu adalah wilayah perbatasan Sumatera Utara – Riau. Sebenarnya sangat gampang untuk mengetahui apakah sudah di Riau atau masih di Sumatera Utara yaitu dengan melihat kondisi jalan raya. Jika di Sumatera Utara aspalnya lama tapi mulus menantang maka di Riau aspalnya lama tapi penuh tambalan sehingga jalannya kendaraan terasa dibanting-banting.
ImageTerlihat mulus tapi sebenarnya…
Sebenarnya kondisinya sudah agak mendingan sebenarnya kalau dibandingkan tahun lalu dimana si KT melalui jalur ini dari Denpasar ke Medan.
Dari Bagan Batu sampai ke pertigaan Dumai dan Duri si Dk bisa diajak kencang cuma harus perhatian ekstra pada kondisi jalan. Menjelang pertigaan Dumai – Duri mulai terlihat pipa minyak yang dialirkan dari sumur-sumur minyak menuju ke stasiun pengumpulan / gathering station. Selain itu juga terlihat pompa angguk di pinggir jalan yang sedang memompa minyak dari perut bumi, betul-betul dikuras sumber daya Indonesia oleh bangsa asing.
https://i2.wp.com/www.dumaipos.com/gfx/berita/pipa%20bocor%20duri.JPG
Pipeline
Gathering station
https://i1.wp.com/img-static.riaupos.co/1-angguk.gif
Pompa angguk
Pas di pertigaan Dumai – Duri si DK beristirahat karena melihat warung yang menjual nenas segar, kayaknya pas banget nih setelah kepanasan dan haus. Terrnyata nenasnya betul-betul segar dan muuaanisss….tiga potong rasanya kurang.
ImageSueegaarrrnya, rek….
Perjalanan kembali dilanjutkan menuju Duri dan kali ini adalah neraka di jalan karena jalan sedang diperbaiki sehingga harus bergantian melewati salah satu sisi jalan. Jarak 40ankm dicapai dalam waktu hampir tiga jam, luar biasa. Katanya kota ini dibangun ala California-Texas tapi kok kualitas jalannya jembreeet begini? Ini namanya Indonesia ditipu mentah-mentah, hasil minyak bumi disedot habis, infrastruktur gak karuan.
Duri – Pekan Baru kondisi jalannya juga sama sedang diperbaiki sehingga jalannya mesti pelan-pelan dan bergantian. Jalan yang belum diperbaiki kualitasnya pun rata-rata, tetap harus extra waspada sehingga si DK tidak bisa berlari kencang.
Masuk di kota Pekan Baru jam sudah hampir menunjukan pukul 19.00 yang artinya hampir 12 jam waktu yang dibutuhkan dari Medan – Pekan Baru.
Image
Padahal tahun lalu waktu tempuh Pekan Baru – Medan hanya sekitar 10 jam dengan si KT, hadeeehhh…jadinya capek sendiri.
Image
Ranjang empuk…good dream
Masuk hotel Amaris Pekan Baru jam 1930, langsung mandi air panas, makan dan tidur persiapan buat retape berikutnya di esok pagi : Pekan Baru – Jambi.
ImageMenu makan malam hanya mie goreng…
Total jarak yang ditempuh : 689 km.
Categories: Touring | Leave a comment

Blog at WordPress.com.