Catatan perjalanan “Si DK Ride Back Home” : Day 1

Sesuai dengan perencanaan setahun lalu untuk merayakan hari ulang tahun berdirinya CBR Club Bali yang ke 4 yang jatuh pada tanggal 9 September 2013, si DK akan melakukan touring dari Medan menuju Denpasar, sekalian si DK mudik ke kampung halamannya.

Perjalanan ini dimulai 26 September dan akan tiba di Medan kembali tanggal 11 Oktober 2013.
Day 1: 26 September
Hari masih pagi jam sekitar jam 07.00 ketika si DK berangkat dari Medan, tapi buat touring sebenarnya agak telat karena jalanan sudah mulai padat. Terbukti pada saat keluar dari Medan lewat Tritura sampai di Amplas menuju luar Tanjung Morawa jalanan sudah padat dan bahkan tersendat. Membutuhkan hampir 45 menit sendiri buat lepas dari padatnya lalu lintas agar bisa memacu si DK.
Speedometer si DK menunjukan angka 11560 sebelum start sehingga  nantinya bisa dilihat berapa jarak tempuh Medan – Pekan Baru.
Rute Tanjung Morawa – Lubuk Pakam – Tebing Tinggi cukup padat di pagi hari dengan bis dan truk tapi tidak terlalu ramai. Saat di Lubuk Pakam sempat terdengar raungan knalpot racing yg cukup keras dan mengganggu, pas nglirik spion ada sepeda motor yg berusaha nempel, langsung si DK ngajak berlari, hehehehehe…..jelas ketinggalan dong. Setelah puas, si DK nungguin dulu dan pingin lihat siapa dan apa motornya, ternyata dia adalah Amsory, salah satu member CBR Club Medan dengan motornya yang sudah berganti baju menjadi warna kuning. Pantas nggak dikenal tadi. Kamipun pisah di Perbaungan setelah riding bersama dan si DK melanjutkan perjalanan menuju Rantau Prapat melalui Tebing Tinggi – Indrapura – Kisaran. Jalan boleh dibilang mulus dan mantaff mulai dari Indrapura, si DK diajak berlari kencang terus walau tidak top speed karena ngeri sendiri sama bis dan truk dari depan. Kondisi jalan dari Tebing Tinggi sampai Rantau Prapat mulus tanpa ada kerusakan jalan, hanya saja aspalnya yang sudah agak lama.
ImageGodaannya luar biasa….
Tiba di Rantau Prapat jam 11.45, langsung nyari lokasi buat ngisi perut, maklum dari rumah hanya diganjal roti n teh aja. Menu masih selalu always selalu sama ditelan dengan lahap sambil memberikan laporan ke rumah.
Image
Selalu always with 2 telor
Leyeh-leyeh selama sejam pas jam 13.00 perjalanan dilanjutkan menuju Bagan Batu sebagai next check point. Jalanan keluar Rantau padat karena bersamaan dgn bubaran anak sekolah jadi harus extra hati-hati. Tahu sendiri kan anak sekolah kalau naik motor gak pake helm trus boncengan tiga plus jalan kenceng-kenceng gak ada takutnya. Lepas itu jalannya excellent karena aspal baru nan mulus, penuh kelokan diapit kiri kanan kebun sawit yang baru tumbuh, pemandangan yang luar biasa. Sayangnya gak sempat difoto karena lagi asyik ngajak si DK diajak rebahan di tikungan, speed sempat diintip bermain diantara 110-130 km/jam. Pokoknya puas habis di jalur ini.
ImageWelcome to Riau – Tidak Terawat
Bagan Batu adalah wilayah perbatasan Sumatera Utara – Riau. Sebenarnya sangat gampang untuk mengetahui apakah sudah di Riau atau masih di Sumatera Utara yaitu dengan melihat kondisi jalan raya. Jika di Sumatera Utara aspalnya lama tapi mulus menantang maka di Riau aspalnya lama tapi penuh tambalan sehingga jalannya kendaraan terasa dibanting-banting.
ImageTerlihat mulus tapi sebenarnya…
Sebenarnya kondisinya sudah agak mendingan sebenarnya kalau dibandingkan tahun lalu dimana si KT melalui jalur ini dari Denpasar ke Medan.
Dari Bagan Batu sampai ke pertigaan Dumai dan Duri si Dk bisa diajak kencang cuma harus perhatian ekstra pada kondisi jalan. Menjelang pertigaan Dumai – Duri mulai terlihat pipa minyak yang dialirkan dari sumur-sumur minyak menuju ke stasiun pengumpulan / gathering station. Selain itu juga terlihat pompa angguk di pinggir jalan yang sedang memompa minyak dari perut bumi, betul-betul dikuras sumber daya Indonesia oleh bangsa asing.
https://i1.wp.com/www.dumaipos.com/gfx/berita/pipa%20bocor%20duri.JPG
Pipeline
Gathering station
https://i0.wp.com/img-static.riaupos.co/1-angguk.gif
Pompa angguk
Pas di pertigaan Dumai – Duri si DK beristirahat karena melihat warung yang menjual nenas segar, kayaknya pas banget nih setelah kepanasan dan haus. Terrnyata nenasnya betul-betul segar dan muuaanisss….tiga potong rasanya kurang.
ImageSueegaarrrnya, rek….
Perjalanan kembali dilanjutkan menuju Duri dan kali ini adalah neraka di jalan karena jalan sedang diperbaiki sehingga harus bergantian melewati salah satu sisi jalan. Jarak 40ankm dicapai dalam waktu hampir tiga jam, luar biasa. Katanya kota ini dibangun ala California-Texas tapi kok kualitas jalannya jembreeet begini? Ini namanya Indonesia ditipu mentah-mentah, hasil minyak bumi disedot habis, infrastruktur gak karuan.
Duri – Pekan Baru kondisi jalannya juga sama sedang diperbaiki sehingga jalannya mesti pelan-pelan dan bergantian. Jalan yang belum diperbaiki kualitasnya pun rata-rata, tetap harus extra waspada sehingga si DK tidak bisa berlari kencang.
Masuk di kota Pekan Baru jam sudah hampir menunjukan pukul 19.00 yang artinya hampir 12 jam waktu yang dibutuhkan dari Medan – Pekan Baru.
Image
Padahal tahun lalu waktu tempuh Pekan Baru – Medan hanya sekitar 10 jam dengan si KT, hadeeehhh…jadinya capek sendiri.
Image
Ranjang empuk…good dream
Masuk hotel Amaris Pekan Baru jam 1930, langsung mandi air panas, makan dan tidur persiapan buat retape berikutnya di esok pagi : Pekan Baru – Jambi.
ImageMenu makan malam hanya mie goreng…
Total jarak yang ditempuh : 689 km.
Categories: Touring | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: