Catatan Perjalanan “Si DK Ride Back Home” : Day 2

27 September

Pagi yang cerah ketika bangun di pagi hari dan rasanya sudah gak sabar untuk segera memulai perjalanan hari ini. Planningnya sih jam 05.45 sudah mesti start tapi karena rute Pekan Baru – Jambi adalah rute pendek sekitar 510 km maka masih bisa menikmati makan pagi di hotel dulu, biar lebih segar.

ImageSleep, eat, ride

Makan pagi kali ini tidak seberapa banyak, seadanya saja plus teh manis, habis itu langsung berangkat dengan tujuan pertama kantor Gubernur Riau buat foto sebagai bukti si DK sudah sampai di Pekan Baru.

ImageNarsis lagi, to…

Dari kantor gubernur si DK langsung diarahkan menuju jalan lintas timur Sumatera yang tentunya si DK diisi Pertamax Plus full tank.

Ada yang lain jika kita jalan-jalan hari jumat di propinsi Riau dimana muris sekolah dan guru-gurunya diwajibkan memakai baju tradisional Riau.

Kondisi jalan Pekan Baru – Pangkalan Kerinci kondisi aspal mulus, sampai terpikir ini bukan di Riau tapi dah masuk Jambi, hehehehehehehe… gak percaya kalau ada jalan yang mulus di Riau. Jalan lurus diselilngi naik turun bukit sangat menarik di pagi hari, mau tidak mau si DK diajak berlari kencang, puas…. Hanya menjelang Pangkalan Kerinci ditemui perbaikan jalan dimana jalan harus dibeton. Hal ini mungkin karena kondisi tanah yang labil di sini.

ImageRide with pride

Pangkalan Kerinci dilewati dan langsung menuju ke perbatasan Riau – Jambi. Di sini jalan bervariasi antara aspal dan beton, kondisinya bagus walau ada di beberapa titik yang aspal maupun beton yang terkelupas dan perlu diaspal ulang. Walaupun demikian si DK tetap bisa berlari kencang.

Selain jalanan yang diapit kebun sawit, menjelang perbatasan masih sering melalui hutan sehingga udara terasa dingin di pagi hari. Banyak ranting patah yang bertebaran di pinggir jalan, yang kalau dari jauh terlihat mirip ular. Beberapa kali sempat kaget sendiri karena kayu yang bentuknya sangat mirip hewan melata. Pada suatu titik terlihat dari jauh ada ranting yang tergeletak di pinggir jalan, jadi si DK diajak jalan biasa sambil menikmati pemandangan, pas dekat ternyata bukan kayu tapi ular phyton sebesar betis anak kecil lagi bergelung, WHOAAAAAAA….. Saking kagetnya hampir jatuh sama si DK, akhirnya langsung kabur deh. Setelah agak jauhan baru terpikirkan untuk difoto karena pernah punya hubungan yang gak bagus dengan ular maka sorry aja buat balik dan foto, hehehehehehehehe……

Perjalanan pun dilanjutkan dan 80 km terakhir menjelang perbatasan jalan sedang dibeton. Jalur ini tahun sebelumnya waktu melintas dengan si DK merupakan jalan neraka dimana lubang di jalan bertebaran dimana-mana sebesar gajah, untungnya pemerintah sudah sadar buat diperbaiki.

Jam 12.00 kurang banyak terlihat tapal batas Riau – Jambi, tanpa disuruh langsung si DK minggir buat berfoto lagi. Kalo ini yang narsis si DK bukan ridernya lho.

Image

Pintu gerbang propinsi Jambi

Jarak dari tapal batas ke Jambi masih sekitar 230an km lagi sekitar 3 jam waktu tempuhnya. Disini langsung contact ke kawan lama bro Jaidi karena sudah janjian mau disambut sebelum masuk ek kota Jambi. Jaidi  berdomisili di Bajubang-Jambi, masih jauh juga ke arah Palembang, jadi butuh waktu juga buat dia menuju kota Jambi.

Karena kondisi aspal yang excellent plus cuaca yang mendukung serta jalanan yang sepi, membuat hati ini tidak tenang untuk mengajak si DK berlalri kencang. Rebah-rebahan? Jangan tanya, beberapa kali foot step kiri dan kanan bergesek dengan aspal dan bunyinya bikin kaget terus.

ImageSiap-siap rebah kiri dan kanan…

Karena perut mulai bernyanyi maka si DK langsung mutar balik ke warung makan dimana tahun lalu waktu sama si KT makan paginya disini. Menunya sih gak menarik tapi yang penting dapat lesehan sehingga bisa tiduran bentar meluruskan punggung. Istirhatnya sih nggak lama, hanya 45 menit karena gak sabar buat riding lagi.

ImageMenu ala kadarnya buat nipu cacing

Memang boleh dibilang kualitas jalan di propinsi Jambi adalah excellent benar buat yang hobby touting karena jalan yang mulus diselingi belokan turunan dan tanjakan sehingga terasa sangat puas.

Tak terasa sudah masuk ke Sangeti, kota kecil 34 km dari kota Jambi, jadi bisa istirahat bentar di Indomaret buat beli minum. Ternyata pas sedang milih minuman bro Jaidi tiba-tiba sudah ada di belakang. Mungkin karena gak sabar nunggu di batas kota akhirnya nyusul ke sini dengan harapan papasan di jalan, ehhh ternyata papasannya di dalam Indomaret.

ImageJD in action !!! Dah waktunya dengan Z8 tuh

Perjalanan langsung dilanjutkan menuju kota Jambi dengan tujuan ke kantor Gubernur Jambi, seperti biasa untuk jadi bukti kalau si DK sudah menginjak Jambi.

Image

No comment, deh

Setelah puas foto-foto dilanjutkan dengan mencari hotel buat istirahat setelah riding 8 jam. Abis check in dan mandi langsung bergerakke Rudi Hadisuwarno salon buat massage karena badan terasa capek benar karena x-factor, Sementara JD lanjut dengan perawatan full body yaitu creambath, facial, manucure pedicure. Buseeeettt dehhhh…

Habis makan malam di samping hotel langsung istirahat karena jarak yang akan ditempuh besok berkisar 700an km, jd istirahat harus cukup. JD harus balik ke Bajubang karena ada hajatan saudaranya, itu sebabnya kali dia treatment full body, hehehehehehehehehe…..

Jarak tempuh hari ini : 510 km.

Categories: Touring | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: