Si DK Road to Padang ( part-2 )

Day 4 – 7 September 2014 : Padang – Pekan Baru

Akibat tidur jam 02.00 bikin semua terburu-buru. Jam 05.00 bangun n langsung packing sekalian bangunin Argus buat siap-siap.

Rencana jam 05.00 berangkat akhirnya tertunda jam 06.15 start dari hotel dilepas sama bro Remon yang ikutan tidur di hotel. Jalan masih sepi di pagi hari sehingga si DK dipacu average speed 115 kmj, kontur jalan yang menanjak dan mulus tak terasa Padang Panjang dan Pariaman terlewati. Bukit Tinggi tercapai hanya dalam 65 menit pas di jam Gadang. Di jam gadang sini berhenti dulu buat makan karena perut sudah keroncongan, dan masakannya semua masih fresh terutama daging cincang, waaauuuwww…tambo ciek.

IMG_0561

IMG_0560

IMG_0558

O iya, pas lewatin kota Padang Panjang dan Pariaman, aroma masakan rendang tercium sangat jelas. Memang beda kota-kota di Ranah Minang. Selain itu ternyata urang awak senang berolahraga di pagi hari. Terlihat sepanjang jalan mulai dari Padang sampai Bukit Tinggi banyak orang berolahraga jalan pagi. Bahkan di area jam Gadang banyak ibu-ibu yang senam bersama…

Jalanan dari Bukit Tinggi ke Pekan Baru tidak berubah sama sekali sejak dua hari lalu, masih sama saja. Hanya sja sekarang emandangannya agak beda, banak orang yang naik motor mambawa najing, bahkan banyak pick up yang memuat anjing-anjing di dalam kandang. Semuanya menuju ke arah Pekan Baru. Jadi kalau berangkat ketemu rombonga HD, pas pulang ketemu rombogan yang bawa anjing, hahahahahahahaiiii…. Kiraian ada acara lomba atau tarung anjing tapi ternyata buat acara berburu babi hutan aka. celeng. Ooooo…ternyata di Sumatera Barat berburu babi hutan bukan hanya sebagai sarana membasmi babi hutan tapi juga sebagai saran olah raga dan wisata, ckk..ckk..ckk..

3369498_20130319084115

Anjing-anjing tadi kemudian dikumpulkan untuk memburu babi hutan yang masuk ke ladang pertanian. Babi memang menjadi hama yang paling merugikan sehingga warga dari berbagai daerah bersatu padu untuk membasminya. Perburuan babi hutan kecil-kecilan (lintas kecamatan) disebut Buru Pakan, sedangkan perburuan babi hutan besar-besaran (lintas kabupaten) disebut Buru Alek.

Setelah diketahui ada babi hutan yang masuk ke ladang pertanian, warga setempat akan mengundang warga dari daerah lain untuk berburu babi di ladang tersebut. Para pemburu babi kemudian berbagi tugas. Pemburu tuan rumah akan bertindak sebagai penyelenggara yang disebut Buru Muncak, sedangkan para pemburu yang bertindak sebagai tamu disebut Sialek. Anjing-anjing milik Buru Muncak bertugas menghalau babi agar tidak keluar dari hutan, sedangkan anjing-anjing milik Sialek bertugas mencari, mengejar, dan menggigit babi hutan.

Bagi anjing-anjing pemburu itu, menaklukkan babi hutan tidaklah mudah karena babi hutan kuat, gesit, dan memiliki taring yang tajam. Setiap pemburu berusaha melatih anjingnya sebaik mungkin karena pemilik anjing yang berhasil menakhlukkan babi hutan akan mendapatkan kebanggaan. Kini tradisi berburu babi di Sumatera Barat tidak hanya untuk membasmi hama babi hutan, tapi juga menjadi sarana olahraga dan wisata. Bagi wisatawan asing konon harus membayar sejumlah uang untuk menyaksikan perburuan babi hutan ini secara langsung. Lebih jauh lagi, perburuan babi hutan ini telah mempererat persaudaraan karena persamaan tujuan yaitu membasmi hama babi hutan.

Tradisi berburu babi di Sumatera Barat sudah bertahan dari sejak zaman kolonial Belanda sampai sekarang. Bahkan kini tradisi berburu babi ini sudah menyebar ke provinsi lain di sekitar Sumatera Barat, yaitu antara lain Jambi, Bengkulu, dan Pekanbaru. (sumber : Tradisi Berburu Babi Hutan / Giewahyudi).

Pada perjalanan pulang ini lebih sering berhenti untuk foto di spot yang dirasa perlu sekalian beristirahat karena cuaca benar-benar panas. Menjelang Bangkinang mata sudah gak tahan lagi karena ngantuk. Daripada membahayakan diri sendiri akhirnya segera memberi kode untuk time out, sekalian refresh kondisi mata.

IMG_0661  IMG_0662

Bangkinang – Pekan Baru boleh dibilang jalur neraka selama touring kali ini. Jalanan ynag super padat plus cuaca yang sangat panas bikin stamina cepat ngedrop. Terpaksa harus sedikit ugal-ugalan tapi tetap mempertimbangkan safety diri sendiri dan orang lain. Sampai hotel jam 1200 siang langsung check in dan rehat menunggu kedatangan ko Jumin dan bro Hendrik karena harus segera menuju area Sumatera Bike Week. Mudah-mudahan ada yang tersisa buat dibeli.

IMG_0302

Karena tidak mendengar apa kata tetua SBOC ko Aseng, yang ditemui di sana hanya tinggal sisa-sisa, offical merchandise habis tuntas, tak ada yang bisa dibeli. Apa mau dikata, untungnya masih ada sedikit hiburan dimana Argus diwawancai oleh host acara Sumatera Bike Week. Kecewa deh….

IMG_0568              IMG_0571

IMG_0572

IMG_0570“Abang cakep banget…”

“Ah..nggak juga, dek. Abang cuma capek, bisa mijet..?”

Dari area Sumatera Bike Week kemudian dilanjutkan dengan makan siang, spesial ikan air tawar, hiiiiii…..ayam goreng dah cukup lah. No fresh water fish.

IMG_0575

Tak ada acara malam hari kecuali makan malam di rumah makan pak Agus lagi. Bingung apa nggak ada lagi tempat makan yang lebih baik di Pekan Baru kah, hahahahahahaha…untung seafood resto jadi hajar bleh, tidak ketinggalan satu lonjor pete goreng, manttaaff gan.

IMG_0586    IMG_0587

Day 5 : Pekan Baru – Rokan Hilir

Hari ini bangunnya agak siang nih karena jarak Pekan Baru – Rantau Prapat yang tidak jauh sekitar 300an km yg diprediksi ditempuh dalam 5 jam sehingga start bisa agak siangan. Rencananya harus istirahat di Rantau Prapat karena belajar dari hari pertama ternyata si RC tidak bisa riding lebih dari 300 km, jadi mau tidak mau jarak Pekan Baru – Medan harus ditempuh dalam 2 hari.

Di awal maunya sih jalan jam 10.00 tp spt biasa Road Captain yang masih lelet bangunnya plus acara makan bareng koh Jumin n brader Hendrik and Rudi dulu di mie sagu sehingga baru start jam 1115, aaaarrrggghhh……. terima kasih buat koh Jumin, bro Hendrik dan bro Rudi yang sudah dibikin repot selama di Pekan Baru. Terima kasih buat jamuan makannya, nih perut dah tambah maju dan pasti berat badan juga naik drastis neh..

IMG_0588

Salah kandang nih…

IMG_0590Dilepas oleh breder Pekan Baru : Rudi, Hendrik dan Jumin

IMG_0596

Pekan Baru memang panas betul, baru ride beberapa menit baju dalam sudah basah keringat memaksa jaket harus dibuka sedikit. Batas kota Pekan Baru menuju Minas jalanan agak sepi sehingga si DK bisa dipacu di belakang si putih, lirik ke speedo speed bermain di kisaran 100-115 km/jam. Aksi mereng-mereng walau tidak maksimal tapi cukup menghibur dan tak terasa Minas pun terlewati menuju Kandis. Volume kendaraan menuju Kandis dan Duri mulai meningkat tapi aksi high speed dan mereng-mereng tetap gak berubah.

Dari Kandis ke Duri si DK di depan, sepertinya Road Captain (RC) ngantuk jadi minta tukar posisi. Langsung aja tancep gas poolll, speed di kisaran 125-130 km/jam. Beberapa kali si Putih RC tak terlihat di spion, sptnya tertinggal agak jauh memaksa si DK harus pelan lagi menunggu sampai keliatan di spion dulu baru gaas pooll lagi. Rencananya baru akan istirahat di Alfa Mart Duri, tapi seperti biasa…..Alfa Mart-nya kebablasan karena tau-tau sudah di luar kota Duri. Tak lama kemudian RC memberi kode buat berhenti, pas dicek matanya bermasalah : debu masuk di mata. Karena dikucek jadinya makin sakit.setelah agak mendingan perjalanan diteruskan tapi tidak lama karena sakitnya gak bisa ditahan. Akhirnya berhenti di warung buat dicek lg sambil dibilas pakai air bersih, saat itu  jam menunjukan 14.33. Setelah agak mendingan karena sempat tiduran perjalanan dilanjutkan kembali, sayangnya kondisi mata Argus tidak membaik. Jadinya kembali berhenti di sebuah warung pas di persimpangan Dumai. Pas nanya ke warung ada dokter di dekat situ jadi dengan setengah dipaksa Argus diantar ke dokter untuk diperiksa. Hasilnya…debu sdh bersih cuma ada iritasi akibat dikucek pakai tangan kotor. Stok obat tetes mata dokter habis, jadinya Argus hanya bisa membilas matanya pakai air mineral. Kasian liatnya, anak orang jadi susah karena touring, hiks…hikss…hiksss…..

 IMG_0603Terpaksa mata dikompres pakai Pocari Sweat

IMG_0604Hampir diberi napas bantuan oleh dokter

Setelah merasa agak mendingan perjalanan diteruskan kembali, sapertinya RC sudah OK karena speed di angka 98-110km/jam. Trek panjang dan lurus setelah simpang ke Dumai pun dihajar kencang, terlihat sesekali RC mengangkat visor untuk mengecek matanya, akibatnya tak lama kemudian memberi isyarat butuh obat tetes mata. Kebetulan ada plang praktek dokter umum di dekat situ jadi langsung berhenti dan diperiksa dokter. Diagnosa sama ada iritasi di mata dan diberi insto untuk sementara.

IMG_0620

Dokter Umum : dr. Meliana

IMG_0608Netes..netes sendiri….

IMG_0612Ibu dokter tak jadi masak karena ada pasien guantengg…..

Akhirnya diputuskan berhenti dan istirahat di situ dan informasi dari dokter ada hotel 1 km di depan, alasannya sebenarnya karena Bagan Batu masih 102km lagi dan kondisi RC yang tidak memungkinkan. Jadilah terpaksa menginap di hotel….. setelah check in Argus sang RC langsung terlelap, ngorok pula. Mudah-mudahan kondisinya cepat pulih biar besok bisa riding.

 IMG_0622

20140908_173801

DAY 6 : Rokan Hilir – Medan

Bangun kesiangan lagi dari rencana sehingga molor satu jam. Yang paling utama mata Argus sudah baikan walaupun belekannya lumayan banyak, hihihihihihihi…..

IMG_0621

Check out jam 0600 n lansung gas menuju Bagan Batu yang masih berjarak 104km. Argus is back for a RC, langsung rolling high speed. Jalanan sepi jadi si DK diajak berlari kencang walau tdk full speed. Maklum si RC agak menahan diri atau mungkin hanya segitu aja.

Bagan Batu dicapai hanya dalam waktu 75 menit. Sempat ketir-ketir juga karena isi tanki sdh di dasar, bahkan RC dah kasih signal lampu penunjuk bensin sudah nyala. Waduh, bakalan dorong nih… untungnya sbm masuk kota Bagan Batu ada pom bensin jadi bisa refueling dan istirahat sejenak. Next check point adalah Rantau Prapat yang berjarak….. kota Bagan Batu di pagi hari terasa ramai dengan anak sekolahan dan orang ke pasar. Setelah itu jalanan kosong plus aspal mulus, jadinya ya mereng-mereng dulu lah. Tidak lupa GoPro di on kan juga, mudah2an terekam tuh aksi. Daerah perbukitan…. sangat cocok buat mereng-mereng, tikungan mantaff abis, ada tanjakan maupun turunan. Lengkap deh….

Tak lama kemudian Kota Pinang terlewati dan akhirnya masuk Rantau Prapat. Hanya sekitar 1 jam kurang lebih untuk menempuh Bagan Batu sampai Rantau Prapat. Acara berikut adalah sarapan. Maunya sih KFC Suzuya tapi blm buka juga. Akhirnya merapat ke menu idola : Nasi Padang. Dan selalu always…..tambo ciek. Tak lama kemudian teman Argus merapat bersama istrinya buat bertemu. Setelah haha…hihi…sebentar langsung siap-siap lagi.

 IMG_0638Ludes tandas tambo ciek again

Check point berikut adalah Tebing Tinggi dengan stop over di Kisaran buat refueling sekalian ngecek kondisi si DK dan si Puteh. Hasilnya adalah terpantau ban belakang siPuteh dah terlihat kawat bagaian dalam dan beberapa aku yabg tertancap di ban. Gawat juga nih kalau begini kondisinya. Setelah berdiskusi dan menguatkan hati RC akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali dengan  prediksi 1.5 jam untuk sampai Kisaran yang berjarak 120 km. Kembali RC Argus menunjukan kemahirannya di trek lurus maupun meliuk-liuk di tikungan. Hasilnya….pas 1.5 jam tembus Kisaran. Ediiiaaannn….

 IMG_0643Habis ban si Puteh dimakan aspal Pekan Baru – Padang

Habis rehat 15 menit dan ngecek jarak ke Tebing ternyata tinggal 78 km, lumayan. Prediksi 45 menit sudah tembus Tebing kalau masih rolling speed seperti pagi hari. Hanya saja terlihat sang RC terlihat mulai menurun. Tandanya sangat gampang, ngegas pooll abis itu lgs lepas gas dan tangan kiri dilipat di atas tangki. Kalau begini caranya jam berapa baru sampai Tebing nih, terpaksa dengan berat hati si DK take over. Si DK pun dipacu agak kencang dikit buat narik RC. Hasilnya terlihat karena tak lama kemudian RC pun sdh kembali ke posisi depan, he’s back.

IMG_0647

Kembali sesuai prediksi 45 menit langsung tembus Tebing dimana bro Fendi dah menunggu d3ngan R1 kuning buat makan siang. Sedaaaappp……..

IMG_0648Menunya….? Rahasia donk.

Habis makan maunya sih langsung tapi Argus RC minta ketemu dengan kawannya pula, hadeeehhh. Jarak sdh dekat tapi masih mau ketemu kawan, haddeeehhh…. Ternyata ketemunya bukan karena pengen ketemu tapi hanya buat ambil tutu pentil ban si Puteh  dan pinjam toilet, itu aja. Hahahahahahahaiiii….. Setelah ngobrol bentar langsung pamitan karena hujan sudah mulai turun, katir kehujanan di jalan. Ternyata keluar Tebing langsung panas menghantam dengan hasil baju kembali basah karena keringat Untung jalur Tebing – Medan merupkana jalur touring rutin jadi RC langsung rolling gass pooll rem pooll. Jalanan padat dengan berbagai macam tipe kendaraan, tingal bilang semua ada. Kondisi ini memaksa untuk meliuk-liuk diantara kendaraan besar dan jalur yang sering diambil adalah jalur kanan. Akibatnya ada angkot yang akhirnya menantang RC dari depan buat adu jangkrik tapi angkotnya akhir minggir sendiri, nampaknya keder juga sama si RC, Argus gitu loh……

Tak terasa si DK memasuki kota Medan setelah touring 2000km ke Padang dan disambut ko Aseng dan ko Awie dengan mengajak makan malam sebagai tanda Welcome Home khususnya buat Argus yang sukse menyelesaikan touring pertamanya walau dengan banjir airmata. Thanks buat ko Aseng dan ko Awie buat penyambutannya yach…

IMG_0656

IMG_0669

Road to Paadang menempuh total 2080 km

Setelah ini apa….? Preparing kirim si DK ke Jakarta buat melanjutkan touring yang tertunda “Si DK Ride Back Home” next month. So…see you in Bali.

Thanks buat support-nya : The Odong-odong SBOC, Hens Motor

Special thanks : Ko Aseng, Awie, Gunawan, Jhoni (Medan), om Jumin and keluarga, om Hendrik dan om Rudy (Pekan Baru), bro Octa & keluarga, bro Sonny dan bro Remon (Padang)

Categories: Touring | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: