Monthly Archives: May 2015

Honda RC213V Road Bike Segera Meluncur

Woow….Honda akhirnya akan meluncurkan Honda RC213V versi jalan raya pada tanggal 11 Juni 2015 bersamaan dengan MotoGP seri Catalunya.

Versi jalanan diberi koda RC213V-S merupakan minor speckdown dari RC213V yang ditunggagi Marquez dan Pedrosa MotoGP 2014 dan pertama kali diperkenalkan di ajang EICMA di Milan, 2014.

RC213V-S in akan diproduksi di pabrik sepeda motor Honda di Ozu, Jepang, Harganya sih diperkirakan berkisar 20 juta yen atau Rp 2,1 miliar (no paper lho). Mau full paper…tinggal kalikan berapa ya…? Makan rumput 25 tahun pun gak bakal kebeli nih….

Categories: Flash News | Leave a comment

OOT : Cerita dibalik logo Apple

Kali ini artikel yang tidak ada hubungannya dengan motor atau touring atau riding, tapi cerita dibalik salah satu logo gadget terkenal dan iconic : “Apple”.

Mungkin diantara kita ada yang pecinta produk Apple atau pengguna iPhone, iPad or iPod. Tapi tahukah anda kenapa pemilik Apple Job Stevens memilih Apple sebagai logo produknya? Sejarah Apple Inc. sendiri bisa dibaca di sini.

Sebagai pendiri perusahaan, Steve Jobs dan Steve Wozniak bingung memikirkan nama yang pas untuk perusahaan mereka. Jobs menginginkan sebuah nama yang sederhana, Wozniak menginginkan nama itu terdengar keren dan bernuasa elektronik.

Dalam perjalanan menghadiri Homebrew Computer Club di Stanford University dimana Wozniak mempresentasikan konsep komputer buatannya dan dihadiri para ahli komputer, lahirlah nama Apple sebagai nama perusahaan mereka. Awalnya Wozniak mengusulkan nama “Enterprise Computers” tapi ditolak Jobs karena berbau Star Trek. Sementara Job sendiri ingin nama perusahaan yang saat seseorang melihatnya, dia ingin membeli produknya. Dipilihlah “Apple” yang menurutnya buah dari kreasi, sederhana, tapi kuat.

Di kemudiah hari saat jumpa pers di tahun tahun 1981, Jobs mengatakan kenapa dia memilih nama Apple karena “Saya suka apel dan suka memakannya. Tapi gagasan utama di balik Apple adalah membawa kesederhanaan kepada masyarakat, dengan cara yang paling canggih, dan itu saja, tidak ada yang lain.”

Ternyata logo Apple yang pertama bukan seperti yang kita lihat sekarang tapi berupa gambar  hitam putih itu yang menggambarkan Sir Isaac Newton sedang duduk di bawah pohon apel, lengkap dengan latar belakang, di atas Newton ada buah apel yang dikelilingi cahaya putih, terjatuh, dan seakan memberi inspirasi kepadanya tentang hukum gravitasi. Logo ini dibuat oleh oleh Ronald Wayne, salah seorang yang turut mendirikan Apple di masa awal pada 1976, seakan-akan merepresentasikan hukum gravitasi yang terinspirasi dari buah apel. Semua elemen gambar itu dibingkai dengan garis tipis, yang di dalamnya terdapat teks, “Newton… A mind forever voyaging through strange seas of thought… alone.” Ada pula hiasan banner bertuliskan Apple Computer Co.

Kenyataannya logo ini sulit direproduksi dalam ukuran kecil dan logo itu dinilai tidak harmonis dengan komputer Apple yang terkesan modern. Akhirnya Jobs meminta Rob Janoff pada Januari 1977 yang bekerja sebagai art director di perusahaan humas Regis McKenna, Inc (RMI) yang berbasis di California. Hanya satu yang diinginkan Jacobs ke Janoff, “Jangan membuatnya terlihat lucu.”

Janoff membutuhkan waktu dua minggu untuk menggambarkan bentuk apel yang sederhana, lengkap dengan daun kecil yang mengambang dengan penambahan pola gigitan pada samping kanan buah didasari atas alasan visual, agar buah itu terlihat seperti apel, bukan ceri, bukan pula tomat.

Pola gigitan pada buah apel itu dipandang Janoff akan dialami semua orang dan lintas budaya. Jika seseorang memiliki apel, maka ia akan menggigit dari samping dan mereka akan mendapatkan hasilnya, dalam hal ini daging buahnya. Saat mempresentasikan desain, Janoff bertemu dengan Jobs, Wozniak, dan Markkula. Ia menyajikan dua versi logo, satu tanpa gigitan, dan satu dengan gigitan. Janoff juga menawarkan beberapa versi warna, yaitu warna solid, metalik, dan versi bergaris.

Jobs suka desain dengan gigitan dan warna bergaris dengan warna pelangi yang tidak beraturan untuk menghiasi bagian dalam buah  yang bermakna semua orang di Apple “berpikir beda.” Logo inilah yang dipakai saat peluncuran produk komputer Apple II pada April 1977. Logo kemudian menghiasi semua produk Apple dan dipromosikan lewat iklan di media massa.

Mantan eksekutif Apple, Jean-Louis Gassee mengatakan bahwa logo Apple adalah sebuah misteri baginya. “Salah satu misteri yang mendalam untuk saya adalah logo kami. Simbol nafsu dan pengetahuan, menggigit, semua disilangkan dengan warna pelangi dalam urutan yang salah. Anda tidak bisa memimpikan sebuah logo yang lebih tepat; nafsu, pengetahuan, harapan, dan anarki”.

Banyak analisa mengenai warna pelangi dari logo ini bahkan dihubungkan dengan budaya hippie pada 1960-an yang kala itu sedang digandrungi, simbol Bendera Pelangi yang mencerminkan keragaman komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual),  bahkan dihubungkan dengan penghormatan untuk Alan Turing, seorang ilmuwan matematika dan komputer asal Inggris, yang ditangkap dan diadili karena tindak pidana homoseksualitas. Pada masa itu, homoseksualitas dianggap mengancam keamanan.

Selain itu, ada pula yang mengatakan, gigitan di apel itu menggambarkan kisah di kitab suci, tentang Adam dan Hawa yang menggigit buah terlarang. Inilah yang disebut Jean-Louis sebagai simbol “nafsu.”

Menurut Janoff  warna-warni itu merepresentasikan Apple II yang merupakan komputer pribadi atau komputer rumah pertama yang bisa mereproduksi gambar pada monitor berwarna.

Logo Apple versi pelangi bertahan selama 22 tahun, dari 1977 hingga 1998. Perusahaan mengganti warna logo setelah Steve Jobs kembali ke Apple, ketika perusahaan berada dalam krisis keuangan. Sejak saat itu, mitos tentang warna-warna pada logo Apple pun hilang. Kendati mengalami perubahan warna, namun bentuk dasar logo Apple tidak berubah. Warna pada logo Apple akan terus mendefinisikan produk-produk Apple di masa depan.

2302393Logo-Apple-dari-masa-ke-masa780x390

-dari berbagai sumber-

Categories: Others | Leave a comment

Indonesia MotoGP 2017 : Mimpi yang jadi nyata atau sekedar Wacana ?

Tak ada hujan dan angin tiba-tiba terdengar kabar bahwa MotoGP seri akan hadir di Indonesia tahun 2017. Wooww… berarti untuk melihat kecanggihan motor prototype dan aksi edan Marquez (tahun 2017 VR 46 dah gantung helm) tidak harus ke Sepang, cukup ke Sentul (?). Pasti penonton di Sentul 2017 lebih dari 200 ribu dan memecahkn rekor penonton dalam satu seri MotoGP. Kok bisa? Penonton MotoGP di Sepang yang berkisar 160 – 170 ribu penonton hanmpir 50% adalah penonton indonesia. Kebayang kan kalau Sentul jadi tuan rumah salah satu seri MotoGP tahun 2017. Sebagai catatan terakhir kali MotoGP digelar di Indonesia pada 1996 dan 1997. Saat itu ajang tersebut masih bernama GP500.

Tapi….apakah ini cuma mimpi ?

Seperti diketahui, om Carmelo Ezpeleta sebagai  CEO Dorna Sport pemilik gawean MotoGP berkumjung ke Jakarta dan memberi keterangan bahwa Indonesia resmi masuk ke dalam rencana rencana menyelenggarakan balap MotoGP 2017-2021. Kenapa Indonesia ? Karena fanatisme MotoGP di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan slot yang masih kosong karena tahun 2017 akan ada 20 seri MotoGP dibandingkan sekarang yang hanya 18 seri.

Hanya saja sulit juga mimpi ini jadi nyata. Kenapa? Beberapa bulan lalu Dorna justru menyebut India dan Thailand adalah dua negara yang punya peluang besar menambah kalender balap MotoGP setelah Austria masuk kalender balap 2016. Ezpeleta saat itu sempat berujar kepada Reuters tanggal 3 February lalu, dirinya berharap memasukan India dalam kalender MotoGP 2016. Alasannya, India merupakan negara terbesar kedua setelah China dalam pasar sepeda motor.

Selain India ada juga Thailand, bahkan peluang Negeri Gajah Putih yang sukses menyelenggarakan balap Superbike di Sirkuit Buriram United. “Di kawasan Asia Tenggara, kami sudah melihat langsung kondisi sirkuit Thailand. Ajang Superbike di sana sangat sukses dan kami sudah menerima proposal untuk mengadakan MotoGP. Kini kami tinggal menunggu mana yang lebih siap antara Thailand atau Brasil,” ucap Ezpeleta dilansir MCN, 24 April lalu

Dari segi sarana Sentul masih harus berbenah besar-besaran, mulai dari track, hospitality sampai sarana pendukung hotel dan lain sebagainya seperti kata om Ezpeleta, “Kami sangat bangga menawarkan sejumlah negara untuk menjadi tuan rumah. Tapi, ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi terkait fasilitas”. Tuh, kan.

Jadi…untuk menghadirkan MotoGP 2017 jalan masih panjang dan kerjasama semua pihak mulai dari pemerintah RI, pengelola sirkuit Sentul dan pecinta MotoGP supaya tidak menjadi WACANA tapi kenyataan, bukan hanya mimpi di siang bolong.

 

 

 

Categories: Flash News | 1 Comment

Blog at WordPress.com.