OOT : Cerita dibalik logo Apple

Kali ini artikel yang tidak ada hubungannya dengan motor atau touring atau riding, tapi cerita dibalik salah satu logo gadget terkenal dan iconic : “Apple”.

Mungkin diantara kita ada yang pecinta produk Apple atau pengguna iPhone, iPad or iPod. Tapi tahukah anda kenapa pemilik Apple Job Stevens memilih Apple sebagai logo produknya? Sejarah Apple Inc. sendiri bisa dibaca di sini.

Sebagai pendiri perusahaan, Steve Jobs dan Steve Wozniak bingung memikirkan nama yang pas untuk perusahaan mereka. Jobs menginginkan sebuah nama yang sederhana, Wozniak menginginkan nama itu terdengar keren dan bernuasa elektronik.

Dalam perjalanan menghadiri Homebrew Computer Club di Stanford University dimana Wozniak mempresentasikan konsep komputer buatannya dan dihadiri para ahli komputer, lahirlah nama Apple sebagai nama perusahaan mereka. Awalnya Wozniak mengusulkan nama “Enterprise Computers” tapi ditolak Jobs karena berbau Star Trek. Sementara Job sendiri ingin nama perusahaan yang saat seseorang melihatnya, dia ingin membeli produknya. Dipilihlah “Apple” yang menurutnya buah dari kreasi, sederhana, tapi kuat.

Di kemudiah hari saat jumpa pers di tahun tahun 1981, Jobs mengatakan kenapa dia memilih nama Apple karena “Saya suka apel dan suka memakannya. Tapi gagasan utama di balik Apple adalah membawa kesederhanaan kepada masyarakat, dengan cara yang paling canggih, dan itu saja, tidak ada yang lain.”

Ternyata logo Apple yang pertama bukan seperti yang kita lihat sekarang tapi berupa gambar  hitam putih itu yang menggambarkan Sir Isaac Newton sedang duduk di bawah pohon apel, lengkap dengan latar belakang, di atas Newton ada buah apel yang dikelilingi cahaya putih, terjatuh, dan seakan memberi inspirasi kepadanya tentang hukum gravitasi. Logo ini dibuat oleh oleh Ronald Wayne, salah seorang yang turut mendirikan Apple di masa awal pada 1976, seakan-akan merepresentasikan hukum gravitasi yang terinspirasi dari buah apel. Semua elemen gambar itu dibingkai dengan garis tipis, yang di dalamnya terdapat teks, “Newton… A mind forever voyaging through strange seas of thought… alone.” Ada pula hiasan banner bertuliskan Apple Computer Co.

Kenyataannya logo ini sulit direproduksi dalam ukuran kecil dan logo itu dinilai tidak harmonis dengan komputer Apple yang terkesan modern. Akhirnya Jobs meminta Rob Janoff pada Januari 1977 yang bekerja sebagai art director di perusahaan humas Regis McKenna, Inc (RMI) yang berbasis di California. Hanya satu yang diinginkan Jacobs ke Janoff, “Jangan membuatnya terlihat lucu.”

Janoff membutuhkan waktu dua minggu untuk menggambarkan bentuk apel yang sederhana, lengkap dengan daun kecil yang mengambang dengan penambahan pola gigitan pada samping kanan buah didasari atas alasan visual, agar buah itu terlihat seperti apel, bukan ceri, bukan pula tomat.

Pola gigitan pada buah apel itu dipandang Janoff akan dialami semua orang dan lintas budaya. Jika seseorang memiliki apel, maka ia akan menggigit dari samping dan mereka akan mendapatkan hasilnya, dalam hal ini daging buahnya. Saat mempresentasikan desain, Janoff bertemu dengan Jobs, Wozniak, dan Markkula. Ia menyajikan dua versi logo, satu tanpa gigitan, dan satu dengan gigitan. Janoff juga menawarkan beberapa versi warna, yaitu warna solid, metalik, dan versi bergaris.

Jobs suka desain dengan gigitan dan warna bergaris dengan warna pelangi yang tidak beraturan untuk menghiasi bagian dalam buah  yang bermakna semua orang di Apple “berpikir beda.” Logo inilah yang dipakai saat peluncuran produk komputer Apple II pada April 1977. Logo kemudian menghiasi semua produk Apple dan dipromosikan lewat iklan di media massa.

Mantan eksekutif Apple, Jean-Louis Gassee mengatakan bahwa logo Apple adalah sebuah misteri baginya. “Salah satu misteri yang mendalam untuk saya adalah logo kami. Simbol nafsu dan pengetahuan, menggigit, semua disilangkan dengan warna pelangi dalam urutan yang salah. Anda tidak bisa memimpikan sebuah logo yang lebih tepat; nafsu, pengetahuan, harapan, dan anarki”.

Banyak analisa mengenai warna pelangi dari logo ini bahkan dihubungkan dengan budaya hippie pada 1960-an yang kala itu sedang digandrungi, simbol Bendera Pelangi yang mencerminkan keragaman komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual),  bahkan dihubungkan dengan penghormatan untuk Alan Turing, seorang ilmuwan matematika dan komputer asal Inggris, yang ditangkap dan diadili karena tindak pidana homoseksualitas. Pada masa itu, homoseksualitas dianggap mengancam keamanan.

Selain itu, ada pula yang mengatakan, gigitan di apel itu menggambarkan kisah di kitab suci, tentang Adam dan Hawa yang menggigit buah terlarang. Inilah yang disebut Jean-Louis sebagai simbol “nafsu.”

Menurut Janoff  warna-warni itu merepresentasikan Apple II yang merupakan komputer pribadi atau komputer rumah pertama yang bisa mereproduksi gambar pada monitor berwarna.

Logo Apple versi pelangi bertahan selama 22 tahun, dari 1977 hingga 1998. Perusahaan mengganti warna logo setelah Steve Jobs kembali ke Apple, ketika perusahaan berada dalam krisis keuangan. Sejak saat itu, mitos tentang warna-warna pada logo Apple pun hilang. Kendati mengalami perubahan warna, namun bentuk dasar logo Apple tidak berubah. Warna pada logo Apple akan terus mendefinisikan produk-produk Apple di masa depan.

2302393Logo-Apple-dari-masa-ke-masa780x390

-dari berbagai sumber-

Categories: Others | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: