Christmas Holiday 2015 (part 2 – Bukit Lawang)

Sehari setelah Christmas karena masih libur sekolah maka Christmas Holiday dilanjutkan ke Taman Bukit Lawang, Bahorok, kab. Langkat.

Bukit Lawang dikenal dengan wisata alamnya yang menakjubkan karena terletak di kaki gunung Leuser. Jika kita menyebut kata gunung Leuser, pasti yang ada di benak kita adalah primata lucu bernama orang utan. Di sana terdapat pemandangan hutan beserta penghuninya yang elok, wisata Tubing, pusat rehabilitasi orang utan, dan flora dan fauna yang menarik lainnya. Namun orang utan adalah salah satu ikon utama di Bukit Lawang.

Bukit Lawang tidak hanya terkenal karena adanya pusat rehabilitasi orang utan, namun hutan di bukit lawang merupakan tempat pelestarian beberapa flora dan fauna yang dilindungi.

Yang tak kalah menarik adalah wisata Tubing. Mungkin istilah ini asing bagi telinga kita, tubing adalah wisata air seperti arung jeram, namun perahu yang dipakai adalah ban dalam truk. Karena lokasi Bukit Lawang yang dekat dengan arus sungai Bahorok, dan arus sungai yang deras,  cocok untuk anda yang senang dengan permainan yang memacu adrenalin.

 

Setelah di check di google map ternyata hanya berjarak 81 km dari rumah via kota Binjai. Degan jarak segitu maka diprediksi waktu tempuh 2-2,5 jam dengan si GV. Start dari rumah jam 07.30 semua lancar sampai keluar kota Binjai aspal mulus. Setelah itu jalan mulai bevariasi antara aspal mulus dan jalan rusak yang cukup mengganggu.  Kayaknya kurang perhatian dari Pemda SUMUT buat meningkatkan kualitas jalan. Untuk penunjuk arah menuju Bukit Lawang cukup jelas jadi tidak kuatir kesasar, hehehehehehe……

Kurang dari jam 1100 baru tiba di pintu masuk Bukit Lawang. Lumayan lama perjalanan karena kondisi jalana ditambah jejeran truk yang beriringan baik itu truk pasir maupun truk  kelapa sawit.

IMG20151226105621.jpg

 

 

Retribusi pengunjung termasuk murah yang hanya Rp 3000,-  per orang. Hanya saja yang mencekik leher adalah tarif parkirnya yang Rp 20.00o,- dan itu pun tariif parkir resmi. Wooowww….

IMG20151226110103

 

 

Dari pintu gerbang ke lokasi parkir sendiri hampir satu kilometer, jadi kalau jalan kaki lumayann terasa.  PAs parkiri langsung disambut dengan Tour Guide karena kalau ingin trekking ke dalam hutan adalah wajib ditemani guide. Tarif resminya Rp 50.000,- per orang plus buah-buahan, hanaya saja sampai selesai trekking tak ada tuh bukti resmi, hadddeeehh…. Jadi, stirahat dulu bentar baru trekking deh…

IMG20151226111210

IMG20151226111605

IMG_1631

 

 

 

Setelah dirasa cukup istirahat baru trekking dimulai dengan harapan bisa bertemu orang hutan di habitat asli nya. Menurut si guide ada beberapa titik selama trekking yang kemungkinan bertemu dengan orang hutan kalau beruntung. Kalau nggak beruntung ya nasib, dapat capek doangg…

Trekking-nya lanssung disambut tanjakan yang cukup melelahkan, untung ketemu petani karet buat sekedar cuci mata menghilangkan capek juga harimau yang nyasar.

IMG_1635

Menguliti pohon karet buat mendapatkan getah karet

 

 

 

IMG_1679

Singa tersesat nih….

 

 

 

IMG_1649

Capek deh…

 

 

IMG_1637

IMG_1642

IMG_1645

 

 

Sampai setengah perjalananpun belum tampak Orang Utan sama sekali hanya terlihat sarang di ketinggian.

IMG_1660

 

 

 

Karena belum terihat maka si guide menyiapkan buah-buahan untuk makan siang dulu, lumayan dekorasi nya bikin lapar…

IMG_1680

IMG_1681

IMG_1661

 

 

Tiba-tiba dari guide yang lain memberi info ada orang utan di terlihat tidak jauh di situ. Langsung dengan mengendap-endap tanpa suara ke lokasi da berhasil melihat…Sandra dengan anaknya.

IMG_1663

Si Sandra in action, anaknya tidak tampak

 

 

Puas melihat si Sandra dan anaknya trekking pun di lanjutkan…

IMG_1724

IMG_1723

IMG_1691

 

 

Di perjalananpun ada beberapa orang utan yang ketemu lagi dengan orang utan yang diberi pisang oleh si guide.IMG_1736

IMG_1743

Memberi pisang dan rambutan buat Si Wati

IMG_1718

IMG_1708

IMG_1714

Si Pesek dan Valentino

IMG_1706

Si Pesek dan Valentino serta sahabatnya

Habis puas melihat orang utan trekking diteruskan menuju ke titik finish dimana petualang berikut sudh menunggu, the Tubing. Pertama kirain apa gitu, ternyata….. Tapi seru juga pas lewat jeram kecil, menarik buat anak-anak. Jangan samakan dengan aru jeram wisata ya.

IMG_1764

Siap-siap buat” the Tubing”

IMG20151226143049

Basah deh…

 

Main the Tubing  gak lama sekitar 20 menit, gak lama sih. Finish nya dekat dengan titik start trekking dimana banyak tenda-tenda kecil disewakan buat beristirahat keluarga atau rombongan.

IMG_1779

Ramai kan…?

 

 

IMG_1768

IMG_1774

Main air dulu sebelum pulang

IMG_1770

Gak ketinggalan, durian

Puas main air langsung siap-siap pulang menghindar gelap di jalan sebelum kota Binjai. Pas jam 1730 si GV bergerak menuju Medan. Butuh 3 jam pas untuk sampai di rumah dengan selamat.

2017 trip  : Siantar Zoo and Tangkahan

Categories: Jalan-jalan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: