Standar Emisi Euro

Dah sering kali kita mendengar standard Euro atau satandar emisi Euro, atau tentang Euro 2 atau Euro 3 bahkan tentang Euro 4.

Euro4

Artinya apa ya ? Ahhh, ini pasti berhubungan dengan lingkunagn hidup.

Berawal dari negara-negara Eropa yang sepakat untuk menekan  tingginya tingkat pencemaran udara akibat industri, khususnya industri kendaraan bermotor. Sehingga mereka sepakat untuk mengeluarkan standar emisi buang bagi kendaraan bermotor yang akan di jual di pasaran Uni Eropa (European Union/ EU) yang ternyata sudah berlaku sejak 1988 dengan sebutan Euro 0. Penghitungan yang lebih ketat mulai diwajibkan pada 1992 dengan Euro I.

Lalu secara bertahap EU memperketat peraturan menjadi standar Euro 2(1996), Euro 3 (2000), Euro 4 (2005), Euro 5 (2009), dan Euro 6(2014).

Cart-euro2

Jadi dah lebih 25 tahun dan sekarang negara Uni Eropa sana sudah menerapkan Standard Euro 6. Beberapa negara sedang menuju menuju Euro 5, Malaysia sudah menerapkan Euro 4, sedangkan Indonesia baru menerapkan Euro 2 dan segera menuju Euro 4 tahun 2018.

Ketetapan emisi Euro ini membatasi emisi kendaran bermotor yang mengandung banyak zat berbahaya untuk manusia dan lingkungan seperti karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), sampai volatile hydro carbon (VHC) dan partikel lain.

Standard Euro 4 adalah kandungan NOx pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak boleh lebih dari 80 mg/km, 250 mg/km untuk mesin diesel, dan 25 mg/km untuk diesel particulate matter.

Chart Euro

Pemerintah Indonesia, memutuskan untuk segera memberlakukan standar emisi Euro 4 dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O. (Kendaraan kategori M adalah kendaraan roda 4 untuk mengangkut penumpang. Kategori N adalah kendaraan bermotor beroda empat atau lebih pengangkut barang, sedangkan kategori O adalah kendaraan bermotor penarik untuk gandengan atau tempel).

Dengan keluarnya Permen LHK ini berarti pemerintah melompati Euro 3 dan langsung menuju Euro 4 yang berlaku efektif tahun 2018.

Untuk diketahui bahwa sejak 2005 hingga saat ini, Indonesia masih menggunakan standar Euro 2 untuk kendaraan roda empat dan lebih.Artinya tak lagi ditemui di SPBU Pertamina jenis bahan bakar Premium dengan RON (registered octane number) 88, Pertalite (RON 90), dan Pertamax (RON 92).

 

SPBU

 

Bagaimana dengan sepeda motor? Ternyata sepeda motor  mengikuti standar euro 3 yang nantinya akan mengikuti standard Euro 4 seperti dikatakan Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian LHK, Dasrul Chaniago , “Motor itu kan sampai saat ini Euro 3. Bertahap lah, nanti kami urus satu-satu”.

Wahhh…kendaraan makin ramah lingkungan deh, sepertinya gak lama laagi akan ada motor listrik yang hilir mudik di jalanan.

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Others | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: